Rasa ini begitu sederhana, tapi jika tidak diungkapkan
juga akan menyakiti diri sendiri. Yang sederhana malah sulit untuk diterima,
sulit untuk diciptakan, juga sulit untuk diungkapkan. Hanya satu yang ingin
saya ungkapkan. Saya merindukan kamu. Sosok yang beberapa minggu ini mampu
membuat saya menjadi seseorang yang benar-benar hidup. Saya mampu tersenyum
lagi. Saya mampu tertawa tanpa batas, tanpa hambatan. Karena mu. Luka yang dulu
pernah tercipta dan berbekas, sekarang sudah menghilang. Karena mu juga. Kamu
memang tak seperti yang lain. Kamu berbeda. Kamu menyejukkan seperti angin
sore. Kamu menenangkan seperti senja. Kamu membuat saya rindu seperti saya
merindukan bau tanah kering yang tiba-tiba diguyur hujan, memabukkan.
Senin, 24 Desember 2012
Senin, 03 Desember 2012
senja telah menghilang
Senja, apa kabar kau
disana? Masih ingatkah denganku? Ya, aku yang saat itu pernah datang dalam
kehidupanmu, menggoreskan cerita dan luka; untukku. Aku teringat tawa renyahmu,
aku teringat derai candamu, aku teringat dengan ulah-ulah kecil yang kamu
ciptakan. Apalagi dengan kekonyolan yang sering kamu timbulkan. Sederhana namun
indah. Terkenang.
Saat itu, aku dapat
merasakan kebahagiaan, aku juga merasakan kepedihan. Merasakan keadamaian.
Semua bercampur jadi satu. Otakku sudah tak mampu mengingat kenangan-kenangan
kita. Aku baru sadar, ternyata itu hanya cerita sesaat. Sudah tak ada aku
dan kamu lagi. Aku dan kamu sudah terhapus. Telah hilang dan sekarang
membuat cerita baru dengan orang lain, berjalan tanpa berdampingan, denganmu.
Sabtu, 01 Desember 2012
aku yang baru
Aku yang baru. Ya, aku menjadi sosok wanita yang baru. Bukan aku yang sebelum tanggal 19 November 2012. Sekarang aku sudah mencoba untuk menutupi aurat, yaitu dengan berkerudung dan berpakaian yang lebih tertutup. Aku menulis ini bukan tanpa alasan. Dan alasan itu bukan karena aku PAMER. Sama sekali bukan. Aku menulis ini karena untuk mendorong diriku sendiri agar tetap konsisten dengan jilbab ini, agar ini menajdi penyemangat bagiku bahwa aku suda berubah.
Awalnya aku memakai jilbab saat di luar kampus. Lama-kelamaan seperti ada rasa yang mendorongku untuk berjilbab. Setelah aku bercerita dengan sahabat-sahabat ku, akhirnya aku menemukan jawabannya. Benar, jawabannya mereka sangat mendukung agar aku berubah. Akhirnya, sejak tanggal 19 November kemarin, aku mulai berjilbab. Aku sudah membulatkan tekad agar aku konsisten dengan keputusanku.
Rabu, 28 November 2012
biarkan aku menjauh
Aku memanggilmu Senja. Semua orang juga tahu akan itu. Kamu menenangkan. Kamu istimewa. Kamu mendamaikan. Dan tentunya, kamu berbeda dari yang lain. Itu yang ku rasakan 'beberapa minggu yang lalu'. Ada rasa yan tersimpan di hati. Aku meyakinkan hati, meyakinkan rasa, meyakinkan mata. Apakah itu benar-benar perasaan SUKA ku terhadapmu?
Lambat laun, aku merasakan ada yang berbeda. Rasa itu berubah. Rasa itu berkurang. Bahkan mungkin sekarang rasa itu menghilang. Seperti ada sesuatu yang membuat rasa itu lenyap. Otakku sudah tak mampu memprediksikan apa yang akan terjadi antara kita. Memoriku berkurang mengenai semua hal yang menyangkut tentang kamu. Bahkan telah hilang. Hanyut terbawa masa. Hanyut terbawa waktu. Mataku sudah tak mampu bergerak melihat display picture mu. Tanganku juga sudah tak mampu mengetikkan kata-kata di BBM mu.
Kamis, 15 November 2012
Ibu
Pernahkah kalian memimpikan seseorang? Tanpa dijawab pun pasti saya dan semua orang sudah mengetahui. Kalau memimpikan seseorang yang sudah tiada bagaimana? Mungkin hanya sebagian orang yang mengalami seperti itu. Terlebih memimpikan seseorang yang sudah meninggal dan dia tersenyum saat kita melihatnya. Itu yang ku alami dengan mimpi yang sore tadi terlukis.
Beliau tersenyum seperti menyapaku, mengingatkan aku untuk sholat ashar, kebetulan mimpi itu datang sekitar jam 3 sore. Mungkin itu maksud beliau datang ke mimpiku. Sosok yang sangat aku sayangi, yang sangat aku rindukan kehadirannya. Ketegasannya dalam mengambil keputusan adalah hal yang sangat aku sukai. Terlebih saat beliau berbicara "Jangan pernah jawab terserah." Dengan kalimat seperti itu secara tak langsung beliau mengajariku menjadi seseorang yang berprinsip. Dan sampai sekarang pun alhamdulillah selalu aku terapkan.
Jumat, 02 November 2012
Untuk Beliau, Pendamping Almh. Ibu
Tegas. Simple. Berprinsip. Mandiri. Baik. Penyayang. Ya, beliau, my hero. Pejuang hidup dalam keluarga saya selain almarhumah ibu. Orang yang sampai saat ini masih bersama saya dan adik saya, mendampingi kami dalam suka ataupun duka. Beliau, yang selalu mengatakan iya atau tidak dalam setiap perbuatan kami. Beliau, yang selalu melarang kami yang sekiranya hal yang ingin kami lakukan tidak seperti yang beliau harapkan. Sejak saat itu, 24 Juli 2012, beliau lebih menjaga kami karena hanya kami-lah yang beliau punya di rumah ini.
Disaat saya akan berangkat ke kampus, yang tak pernah beliau lewatkan adalah "hati-hati di jalan. Makannya jangan telat." Padahal dulu beliau tidak seperti ini, tidak ada perhatian ekstra seperti sekarang. Beliau juga tidak pernah mengeluh pada kami ataupun orang lain. Kami harus mencontoh itu, seharusnya. Beliau selalu bangun pagi, mengeluarkan mobil dan tak jarang juga memasakkan kami sarapan dan selalu membuatkan kami teh hangat. Kesibukan saya di kampus membuat saya tidak ada waktu lebih untuk memasakkan makanan untuk bapak dan adik.
Selasa, 30 Oktober 2012
dan lagi (untuk kesekian kalinya)
Langit senja mampu membuatku tersenyum tanpa batas. Karena kuasa Tuhan, senja datang dengan sejuta keindahan yang tak pernah dibayangkan oleh semua orang. Detik demi detik terlewatkan dengan kesan yang sangat sempurna, sangat eksotis. Tuhan sangat baik denganku. Tuhan mampu membuatku bisa merasakan angin senja. Sampai kapanpun jika Dia ingin membuatku merasakan kedamaian sang senja, Tuhan pasti bisa melakukan itu. Senja dan kuasa Tuhan melebur dan bergabung menjadi satu kesatuan yang tak dapat lagi dipisahkan. Aku tak kuasa menahan rintikan air yang perlahan muncul.
Senja, itu kamu. Sosok yang penuh kedewasaan, sosok yang mempunyai perhatian tanpa batas, penuh dengan kekonyolan yang tak pernah dipikirkan oleh banyak orang. Kamu, paling suka menirukan gaya orang lain. Mulai dari gaya berbicara sampai tingkah laku mereka, kamu sangat hafal dengan mereka yang ada di lingkunganmu.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Surat Ketiga Untuk Ibu
28 Oktober 2012, tepatnya 8 hari lagi adalah pengajian 100 hari almarhumah ibu saya. Ternyata sudah lama ibu pergi meninggalkan kami; bapak, adik, dan saya. Saya rindu akan seyuman, keramahan, kebaikan, kesabaran, ketegasan, kecantikan, ketegaran dan semuanya mengenai kepribadian beliau. Jika saya menyebutkan satu-per-satu mungkin tak akan bisa sebab banyak sekali hal-hal ataupun kepribadian baik dari diri beliau.
Biasanya, saat waktu sudah beranjak menuju pukul 05:00, ibu sangat suka membuka pintu kamar saya. Dengan satu sentakan lembutnya, sesegera mungkin saya bangun dan berlari ke kamar mandi untuk mempersiapkan sholat. Entah bagaimana caranya saya bisa seperti itu, saya tak tahu. Jam berapapun saat saya sedang tidur dan mendengar beliau akan memasuki kamar saya, sepertinya hati, mata, dan telinga saya sudah siap menerima beliau. Jika saya tak bangun saat jam 5 pagi, ibu sangat suka bermarah-marah ria. Saya sangat merindukan itu. Bukanlah kemarahan yang beliau timbulkan, melainkan sebuah ketegasan untuk putrinya.
Sabtu, 15 September 2012
untaian do'a
Tik…
Tik…
Tik…
Bunyi hujan
menghiasi tempat berteduhku. Jika hujan terjadi saat malam seperti ini, hal
terindah yang dapat dilakukan adalah bermimpi di atas tempat tidur. Tempat
paling nyaman.
Aku masih ingat,
beberapa bulan yang lalu kau membawa harapan kecil namun sangat indah dan
berharga. Kau menyembuhkan sakit yang kurasa. Luka yang sudah lama tak bisa
terobati. Kau datang dan mengobatiku dengan keikhlasanamu.
Tuhan memang
baik denganku. Tuhan memang selalu adil terhadap umatNya. Disaat aku sudah lelah
mengharapkan seseorang, kau datang. Datang atas perintah Tuhan. Datang dengan
do’a, keihklasan, perhatian, dan semuanya yang sangat ku butuhkan.
Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang kasihku
Tak mau yang lain
Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir yang ku cinta
Rabu, 12 September 2012
240712
24 Juli 2012. Tanggal dimana aku dan keluargaku kehilangan seseorang yang sangat berharga. Sampai kapanpun beliau sangat berharga untukku dan untuk keluargaku. Kepergian beliau dapat meruntuhkan kekuatan tembok seseorang. Banyak orang yang meneteskan air mata akibat kepergian yang tak pernah disangka sebelumnya. Bapak, seseorang yang terkenal sangat cuek namun tetap mempunyai sisi kebaikan-kebaikan yang lain. Untuk pertama kalinya aku melihat beliau menangis. Beliau menangis sejadi-jadinya akibat seseorang yang mendampinginya pergi secara perlahan. 7 hari kemoterapi tidak dapat menghilangkan sel-sel jahat yang sudah tertanam dalam tubuhnya. Malah mereka semakin ganas. Beberapa bulan juga kami sudah berusaha untuk kesembuhannya. Mulai dari mencari bayam merah, sarang semut, buah merah, dan yang lainnya. Istilahnya mereka adalah obat alami untuk penyakit yang diderita oleh seseornag yang sangat aku sayangi itu. Untuk mencari bahan-bahan itupun juga tak mudah. Terlebih lagi sarang semut dan buah merah.
Pagi, siang, sore, dan malam kami bergantian untuk menjaganya. Leukimia. Itulah sahabat beliau yang beberapa bulan ini melekat dalam dirinya. Kami tak pernah menyangka ternyata penyakit itulah yang ternyata melekat dalam tubuhnya. Kami kira beliau hanya terlalu lelah dengan segala kegiatan yang sehari-harinya beliau jalani.
Pagi, siang, sore, dan malam kami bergantian untuk menjaganya. Leukimia. Itulah sahabat beliau yang beberapa bulan ini melekat dalam dirinya. Kami tak pernah menyangka ternyata penyakit itulah yang ternyata melekat dalam tubuhnya. Kami kira beliau hanya terlalu lelah dengan segala kegiatan yang sehari-harinya beliau jalani.
bangkit!
“Enak ya kamu
udah dapet sekolah baru. Jadi gak bingung lagi kayak aku.”
“Alhamdulillah.”
Jawabku sekenanya.
“Aku udah gak
kuat. Aku udah daftar SNMPTN Undangan ternyata ditolak. Aku juga udah ikut tes
SNMPTN Tulis, dan malangnya aku ditolak lagi. Nasib nasib.” Lanjutnya tanpa
menghiraukan jawabanku yang hanya satu kata tersebut.
Setelah dia,
Cindy, berkata seperti itu, aku hanya diam. Mulutku mati, tapi hati dan
telingaku sebenarnya hidup. Aku masih menyimak lantunan yang sejak tadi keluar
dari mulutnya. Aku diam bukan berarti aku meremehkan apa yang dia bicarakan
tapi lebih karena belum saatnya aku berbicara.
“Aku udah gak
kuat banget, Des. Rasanya semangatku buat cari sekolah lagi udah gak ada. Aku
udah kecewa sama keadaan.” Raut wajahnya menunjukkan beban yang semakin lama
semakin berat. Padahal aku berharap setelah dia bercerita, bebannya semakin
berkurang walau hanya sedikit.
ada yang berbeda
Cklek.
Mataku langsung terbuka. Aku tahu
siapa yang baru saja membuka pintu kamarku, walaupun mataku masih
terpejam. Hanya beliaulah yang dapat
membangunkanku dengan hal ini.
“Mbak, cepet bangun. Udah waktunya
sholat shubuh. Udah gede kok bangun sendiri aja gak bisa.”
“Iya buk.” Jawabku pendek. Aku
bergegas bebersih diri dan mengambil air wudhu. Kalau tak begitu bukan hanya
waktu yang meninggalkanku tapi juga aku akan dapat hadiah dari ibu. Hadiah yang
sangat tak menarik tentunya.
“Mbak, nanti habis nganter ibu kamu
masak kepiting ya buat adek. Ibu tadi kesiangan jadi gak sempat masak.” Begitu
kata ibu setelah aku selesai memberi sapaan pagi untuk Tuhan.
“Aduh, ibu ini. Bikin males aja.
Capek tahu habis nganter ibu ke Bungurasih terus masak. Iya kalo terminalnya
deket. Ini jauh men. Hhhh.” Batinku
setelah mendapat perintah darinya.
****
Sesungguhnya setiap anak pasti
menyayangi orang tuanya. Sangat menyayangi mereka terutama ibu dari
masing-masing melebihi apapun yang ada di dunia ini. Tapi sering kali hati dan
keinginan tak pernah jalan beriringan. Sering kali mereka berjalan berlawanan.
Pun denganku. Seorang anak yang sampai saat ini hanya bisa merepotkan orang
tua, mau dimengerti oleh mereka namun tak mau mengerti mereka.
Jumat, 07 September 2012
adakah cinta pada pandangan pertama ?
Adakah cinta pada pandangan pertama? Atau itu semata-mata hanya
perasaan suka yang tak perlu mendapatkan balasan? Jika memang ya, apa yang
sebaiknya dilakukan dengan perasaan yang mulai terpatri dihati? Mendekatinya
dengan segala daya upaya atau menjauhinya dalam arti memendam rasa dan hanya
melihatnya dari belakang? Sudah cukupkah itu dilakukan? Akankah seseorang dapat
melupakannya dalam waktu yang sangat singkat? Aku rasa tidak. Kalaupun YA,
jujur aku tak mau dan akupun tak mampu.
Aku tahu, kita sama-sama belum saling mengenal tapi
itu tidak menutup kemungkinan untuk mendekatkan sebuah hubungan yang belum
terlahir. Aku tak mau menghapus cerita yang baru saja dilukiskan oleh Tuhan.
Aku ingin mempertahankan semua itu dan kalau bisa aku ingin merubah lukisan itu
dengan caraku. Aku ingin dekat denganmu. Itu.
Jumat, 31 Agustus 2012
rintihanmu
Rintihan hujan terdengar sampai
masuk ke telingaku. Aku terbangun tepat jam 12 malam karena sebuah mimpi
beterbangan secara leluasa. Aku mendengar dia merintih seperti rintihan hujan
yang ku dengar saat ini.
Ronarena: hei you, how are you in heaven?
Ting!
@Ronarena plis rona. Dia uda pergi. Jgn nyakitin
diri sendiri.
@berlian25 km ngomong gt krn km gk pernah ngrasain!!
@Ronarena gk peduli ak prnh ngrasain atau gk. Yg ak
mau cm km jgn kyk gini lagi.
@berlian25: percuma ngarepin orang yang udah bertahun-tahun
gak ada. Hidup itu k depan!! Bkan k belakang!!
“Hhh, nyindir nih ceritanya? Terserah deh!!
Bertahun-tahun kek. Berabad-abad kek itu bukan urusan kamu!!”
-o-o-o-
Senja ini mengingatkanku akan kehadiranmu. Di saat kau berlarian bersama anak-anak pantai
membawa balon dengan berbagai warna. Keceriaan menghiasi wajah mereka dan juga
wajahmu. Tapi, aku melihat sesuatu yang lain di matamu. Ada kegugupan disana.
Ada apa denganmu?
“Rona, maukah
kamu menemani kesendirianku?”
Indah. Itu yang
ku rasa saat dia merealisasikan mimpiku. Mimpi yang selama ini ku inginkan
akhirnya terwujud sudah. Anugrah baru telah ku dapatkan.
-o-o-o-
My Mother My Hero
ibu. seseorang yang sangat aku sayangi sampai kapanpun. ibu adalah sosok yang sangat berharga untukku. beliau dapat membuatku seperti ini. walaupun dia keras, tapi aku tahu niatnya baik.
pekerja keras, profesional, bertanggung jawab, ramah, murah senyum, rendah hati. semua sifat-sifat baik ada dalam diri ibu. menurutku beliau sempurna untuk ukuran manusia yang tak sempurna.
aku masih ingat bagaimana perjuangan ibu dulu sebelum sukses di Sampoerna. dulu beliau sekolah di tempat terpencil di Ponorogo. tapi karena kegigihan beliau, ibu bisa sekolah di Madiun. seminggu sekali beliau pulang dari Madiun ke pucuk kabupaten Ponorogo. naik sepeda dia jalani sehari-hari untuk menuju ke tengah kota kemudian naik bus untuk menuju kota Madiun. beda dengan kita, dulu beliau hanya membawa beras dan uang sangu sebesar Rp.500. uang sebesar itu sangat berharga saat ibuku masih SMA. sangat berbanding terbalik dengan sekarang. setelah beliau lulus dari SGO (Sekolah Guru Olahraga) ibu melanjutkan kuliah di Surabaya jurusan Teknik Industri. singkat cerita kemudian beliau bekerja di pabrik rokok. mulai dari melinting rokok sampai menjadi seseorang yang mempunyai jabatan. perjuangannya sungguh luar biasa. jujur aku malu dengan ibu jika kelak aku tidak bisa melebihi kesuksesannya.
"ibu mu orang baik mbak. Tuhan pasti menerimanya."
pekerja keras, profesional, bertanggung jawab, ramah, murah senyum, rendah hati. semua sifat-sifat baik ada dalam diri ibu. menurutku beliau sempurna untuk ukuran manusia yang tak sempurna.
aku masih ingat bagaimana perjuangan ibu dulu sebelum sukses di Sampoerna. dulu beliau sekolah di tempat terpencil di Ponorogo. tapi karena kegigihan beliau, ibu bisa sekolah di Madiun. seminggu sekali beliau pulang dari Madiun ke pucuk kabupaten Ponorogo. naik sepeda dia jalani sehari-hari untuk menuju ke tengah kota kemudian naik bus untuk menuju kota Madiun. beda dengan kita, dulu beliau hanya membawa beras dan uang sangu sebesar Rp.500. uang sebesar itu sangat berharga saat ibuku masih SMA. sangat berbanding terbalik dengan sekarang. setelah beliau lulus dari SGO (Sekolah Guru Olahraga) ibu melanjutkan kuliah di Surabaya jurusan Teknik Industri. singkat cerita kemudian beliau bekerja di pabrik rokok. mulai dari melinting rokok sampai menjadi seseorang yang mempunyai jabatan. perjuangannya sungguh luar biasa. jujur aku malu dengan ibu jika kelak aku tidak bisa melebihi kesuksesannya.
"ibu mu orang baik mbak. Tuhan pasti menerimanya."
Rabu, 29 Agustus 2012
Kenangan Terindah
Sekarang
semuanya udah berubah. Keadaan, waktu, semuanya udah gak kayak dulu lagi.
Kangen banget sama masa-masa SMA. Gilanya anak-anak bener-bener gak ada yang
ngalahin. Tiap hari kalo ada jam kosong sukanya pasti bikin perkara. Entah
"super trap", "door", banyak deh kerjaannya :D :D
Waktu pelajaran juga gak salah serunya. Asik-asik pelajaran sukanya ijin ke
kamar mandi padahal belok tuh ke kantin cari pisang goring atau ke kopsis cari
kripik. Kapan ya masa-masa itu bakal keulang lagi?
Bener-bener kangen sama IPA 5. Bener-bener sayang sama mereka walaupun awal
ceritanya jelek banget :’) love you guys :*
ini waktu foto buku kenangan kemarin. pulangnya baru jam 12 malem ckck :D |
upilnya keliatan gede banget tuh *ups |
ini cherrliar pertama kelas XI IPA 5 loooh. masih belum seberapa hehe |
sexy abis |
cak dan ning smantass 2011 |
ini salah satu kerjaan anak anak kalo lagi surganya jam pelajaran dateng *jam kosong |
woooww!! kalah nih yang cewek :D ini cheerliar kedua kelas XII IPA 5 |
asik nih sm*sh nya smantass lagi foto sama fans-fans nya :D |
ini dia sertifikat juara cheerliar :)) |
fobar sama bule nih :D |
jas dan boxer -.- |
model bus. kurang kerjaan banget ya gaes |
pose alay nih *ups |
waktu lagi penilaian drama malah action kayak gini :D |
tak membutuhkanmu, lagi !
Kau tak datang lagi? Kau tak seperti dulu lagi? Kau kurang
menganggapku? Itu semua bukan masalah besar bagi kehidupanku. Mengapa? Karena
yang terpenting saat ini bukanlah segala hal yang menyangkut tentang dirimu.
Kedatanganmu sudah bukan menjadi hal yang lebih dari keajaiban
lagi. Kedatanganmu sudah tak ku nanti-nantikan lagi. Jika kau datang, silahkan,
aku akan menerima dengan baik. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Tapi bukan
berarti aku bisa seperti dulu lagi. Jika memang kau tak datang lagi, tenang
saja aku akan mengikhlaskanmu untuknya. Silahkan kau pergi dengan dia. Silahkan
kau bercanda tawa dengannya. Silahkan juga kau merayunya sebab aku tak ada hak
untuk melarangmu. Kamu bukan sesuatu yang terpenting lagi dalam hidupku.
ini yang terbaik untuknya
Semenjak kepergiannya, semua berjalan sangat pelan. Bumi
seakan-akan sudah tak mau lagi berputar pada porosnya. Matahari seakan sulit
untuk mempersembahkan senjanya. 10 detik rasanya seperti beberapa jam. Bukan
hal yang tak lumrah lagi jika ditinggalkan seseorang yang sangat berarti akan
meninggalkan jejak. Entah jejak dalam bentuk kesedihan, kegembiraan, kenangan,
atau teman-temannya yang lain.
Belum lagi jika kita belum siap saat ditinggalkan. Semuanya
akan menjadi semakin berat. Rasanya ingin menangis terus jika kita belum ikhlas
melepasnya untuk pergi. Beda lagi jika kita sudah mengikhlasakan seseorang yang
berarti itu untuk pergi, kemanapun dia suka. Asalkan itu yang terbaik untuknya.
Asal itu akan ada hikmahnya untuk semua orang. Untuk aku, dia, dan juga mereka.
Rabu, 15 Agustus 2012
merawat rindu
Rindu itu layaknya sebuah tanaman. Semakin lama kita tidak
bertemu, kerinduan itu malah makin menyeruak dan membesar karena seseorang
merawat rindu tersebut. Seperti tanaman yang masih kecil, dia akan membesar dan
berbuah karena sang pemilik merawat tanaman itu dengan baik.
Saat kita tak bertegur sapa atau hanya melihat wajahnya
secara langsung, yang bisa kita lakukan hanyalah mengenangnya. Membuka sebuah
kenangan bukanlah perkara mudah. Sakit, apabali seseorang itu telah bersama
yang lain. Dan tentunya kita mungkin telah dilupakan.
adakah kesempatan kedua?
Jika Tuhan menghendaki apa yang ku inginkan, aku menginginkan kesempatan kedua
dariNya. Walau mungkin kesempatan itu tak seindah seperti kesempatan pertama,
aku akan menggunakannya sebaik mungkin. Akan ku pergunakan sebisaku untuk
membuatmu kembali tersenyum menikmati indahnya Kuasa Tuhan.
Tak akan ku biarkan kau pergi dariku. Tak ku biarkan
luka yang sudah tergores di hatimu menjadi semakin parah. Aku ingin menghapus
dan menyembuhkan luka yang kau dapat. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang
dapat menyembuhkan lukamu dan yang bisa mmebuatmu bahagia.
Sudikah kau kembali menoleh ke belakang? Percayalah
aku masih disini menantimu. Tak kan ku biarkan seorang pun menyakitimu, lagi.
Seperti dia.
Selasa, 14 Agustus 2012
kabut abadi
Cahayamu telah tertutup kabut. Jarak dan waktu telah merubah keindahan yang telah tercipta. Saat jarak mendekatkan kita, ternyata kabut yang menutupi malah semakin menebal. Bayangmu tercipta walau hanya sedikit. Tapi aku tetap bersyukur. Setidaknya aku sudah melihatmu walau hanya sepersekian detik.
Ku coba hilangkan kabut itu namun malah semakin tercipta. Ku coba lagi malah semakin tebal. Sedikit demi sedikit kau malah semakin termakan olehnya. Hanya memandangimulah yang bisa ku lakukan. Sebab saat aku mulai mendekat dan mencoba menghilangkan kabut itu, bayangmu malah menghilang. Mungkin inilah yang terbaik. Aku dengan hidupku. Sedangkan kau bersama kabut abadimu.
Ku coba hilangkan kabut itu namun malah semakin tercipta. Ku coba lagi malah semakin tebal. Sedikit demi sedikit kau malah semakin termakan olehnya. Hanya memandangimulah yang bisa ku lakukan. Sebab saat aku mulai mendekat dan mencoba menghilangkan kabut itu, bayangmu malah menghilang. Mungkin inilah yang terbaik. Aku dengan hidupku. Sedangkan kau bersama kabut abadimu.
Rabu, 18 Juli 2012
seperti dulu
Kadang malaikat itu tak bersayap, sepertimu. Seperti semua
kisah yang kau torehkan di buku kehidupanku. Kisah kasih sayang yang kau berikan
dengan cuma-cuma. Tanpa ku ketahui bagaimana aku harus membalasnya. Jatuh cinta
denganmu membuat hidupku menjadi utuh. Gak separuh lagi. Akankah aku akan
merasakan keutuhan itu jika aku mencintai yang lain?
Kadang pula kita merasa harus membunuh waktu agar kita tak
akan berpisah dengan seseorang yang kita sayang. Agar maut atau apapun tak akan
bisa memisahkan hubungan itu. Agar keabadian menjadi milik kita seutuhnya dan
bukan milik orang lain. Tapi aku mengakui dan aku tahu bahwa keabadian itu
hanya milik Tuhan dan bukan milik manusia seperti kita.
Kadang manusia tak ingin adanya sebuah jarak mengganggu
sebuah hubungan. Rasanya ingin sekali menghilangkan jarak agar datang sebuah
keabadian dan kebersamaan. Jarak dapat mempererat hubungan seseorang tapi
jarang juga sering menghancurkan hubungan seseorang. Seperti aku dan kamu,
begitu juga dengan mereka.
Walau begitu, ketahuilah bahwa waktu dan jarak tak bisa
mengurangi perasaanku terhadapmu. Perasaanku masih sama seperti dulu, saat kali
pertama melihatmu. Malam itu.
hujan dan senja
Dia
layaknya senja dan hujan yang mampu membuat semua orang kadang bahagia tapi
kadang juga sengsara.
Dia
seperti hujan saat pagi menjelang. Saat itu semua orang pasti malas untuk
melakukan semua aktivitas, pun denganku. Aku juga malas meninggalkannya, meninggalkan
hatiku yang sudah dia bawa kemanapun dia pergi. Hujan pagi itu terlalu istimewa
untuk tak dinikmati dan dihayati, begitu juga dengannya.
Dia juga seperti senja. Senja yang dapat mendamaikan hatiku. Bagamanapun keadaanku saat itu, senja selalu bisa mengalihkan semuanya, semua masalahku. Juga dengannya, di saat dia datang dengan segala karisma yang dia bawa, sesaat dia dapat mengalihkan semua masalah yang menerpaku.
Kenapa kau seperti senja dan hujan saat pagi datang? Tahukah kau aku sangat menyukai suasana seperti itu? Datanglah padaku untuk kesekian kalinya dan jangan pernah pergi lagi. Karena jika kau pergi, hujan dan senja itupun perlahan juga akan pergi. Mereka akan mengikutimu. Well, tak akan ada lagi yang dapat mendamaikan hatiku.
yang lelah menunggumu
Kamis, 21 Juni 2012
senja, bali, dan bayu
“Kenangan
pahit lebih pantas dijadikan sebagai sebuah pelajaran.”
Matahari perlahan bergerak menuju ufuk
barat untuk mendamaikan ribuan pasang mata yang telah menunggu. Sebuah senja
yang sangat dia suka. Terlebih jika dia berada di pantai untuk merasakan dan
melihat perpisahannya dengan sang cahaya indah.
Jingga hari ini indah namun, tak seindah
seperti senja yang dia rasakan beberapa tahun yang lalu, saat dia bersama cinta
pertamanya, Bayu. Masih ingat dalam benaknya saat Bayu setiap Sabtu sore
mengajaknya pergi menikmati semburat jingga dan deburan ombak. Lembayung yang
sangat diinginkan semua orang. Lembayung membuat semua orang yang melihat
menjadi diam dalam kedamaian.
Di pantai inilah kali pertama mereka
bertemu. Kenangan yang tak akan pernah dia lupakan karena dapat mengenal Bayu
di bawah lembayung Bali. Indah. Hanya itu yang terlukis dari hatinya. Senja,
Bali, dan Bayu.
Namun, itu sudah
cerita lama. Kenangan yang sebaiknya di pendam secara rapat dan tak ada
kemungkinan untuk muncul ke permuakaan. Sekarang tak ada lagi senja, tak ada
lagi Bali, dan tak ada lagi Bayu. Yang ada hanyalah kenangan pahit. Kenangan
yang sebaiknya dijadikan sebagai pelajaran, bukan malah mencari sebuah
pelarian.
Surabaya, 21.06.12
10:01 PM
kemana aku harus berpijak?
Kerinduan
menyeruak dari dalam hatiku. Rindu yang entah bagaimana harus diungkapkan dan
pada siapa aku harus mengakui kerinduan ini. aku merindukan seseorang yang
disana. Akankah dia juga merindukanku? Bayangannya sellau menghampiri otak ku.
Seincipun dia tak mau meninggalkan otakku. Harus bagaimanakah aku?
Mungkinkah aku
harus mencari seseorang yang lain? Tapi siapa? Masih sanggupkah hatiku
mencintai orang lain? Masih layakkah hatiku disakiti untuk kesekian kalinya?
Maukah aku bertahan di atas kesakitan lagi? Pertanyaan yang susah untuk ku
temukan jawabannya.
Tuhan, bantu aku
bagaimana seharusnya aku bertindak. Bantu aku bagaimana seharusnya aku
menyikapi semua ini. Aku tak mau lagi jatuh dalam lubang yang sama. Aku tau aku
harus bangkit dan untuk itu aku juga harus mencari sebuah tumpuan. Tapi apakah
dan dimanakah tumpuan itu? Masih bisakah aku berjalan dan menemukan tumpuan
tersebut? Bantu aku Tuhan.
satu harapanku
Dulu kau pernah
mengajariku bagaimana semestinya aku mencintaimu. Namun, sekarang kamu pergi
dan aku harap kau bisa mengajariku bagaimana cara agar aku bisa melupakanmu.
Aku belajar
menjadi seseorang yang kuat tapi aku bukanlah gadis yang tegar. Aku masih
sering menangis saat merindukanmu. Aku menangis saat aku terasadar bahwa kau
telah menjauh dan mungkin tak kan
pernah kembali.
Sampai kapan aku
akan terus hidup dengan bayang-bayang mu? Aku ingin hidup tanpa bayang-bayang
yang tak pernah kembali itu. Aku ingin damai dengan kehidupanku sendiri.
Dulu, aku
mengharapkan mu seperti tanaman membutuhkan air, planet yang membutuhkan
matahari, gitar yang membutuhkan dawai. Namun, sekarang yang ku harapkan bukan
itu. Hanya satu yang kuharapkan. LARI.
Itulah yang ku harapkan. Simple tapi sulit untuk diciptakan.
Selasa, 05 Juni 2012
ilusi
Senyum
itu, keramahan itu, mata itu, wajah itu, apakah itu kau? Kau yang telah lama ku
kenal namun juga telah lama tak ku temui. Kau kah di balik rak buku itu? Kau
kah yang berada di sebelahku saat itu? Kau kah yang sedang duduk berdua dengan
seseorang yang lebih hebat dari ku itu? Jika memang iya, kenapa kau tak
tersenyum padaku seperti senyum yang pertama kali kau berikan saat kita kali
pertama berjumpa? Tak sudikah kau bertegur sapa denganku walau hanya
sepersekian detik?
Sudah
lupakah kau dengan ku yang hanya manusia
tak berdaya seperti ini? Sudah bahagiakah kau disana? Kenapa di saat aku berada
di tempat umum selalu melihat bayanganmu? Bayangan wajahmu yang sedikit-pun tak
mau pergi meninggalkan otakku. Aku lelah karena yang datang hanya ilusi mu, dan
bukan kamu.
Kenapa
kau menyakitiku? Demikian juga dengan ilusi mu? Masih kurangkah saat kau pergi
meninggalkan ku begitu saja? Masih kurangkah saat aku melihatmu memakaikan
sebuah cincin indah di jari perempuan yang kau pilih? Itukah balasanmu untukku?
Seseorang yang telah memendam semua rasa tentangmu. Andai aku datang lebih
cepat darinya, andai aku mampu dan berani mengungkapkannya, pastilah aku yang
ada disana. Di sebuah tempat menuju masa depan yang diidam-idamkan semua orang.
bertemu tapi tak menemui
“Kadang
pertemuan pertama adalah awal dari sebuah perpisahan.”
-Senja, GOR Premier-
“Hei La, aku panggilin Yoda ya?”
Tawarnya kala itu dengan sebuah cengiran.
“Engga deh, makasih. Aku Cuma
mau nemenin dia buat ketemu sama kamu.” Jawabnya sambil menunjuk ke arah kiri,
Cindy.
“Beneran nih? Kebetulan dia
sekarang lagi latihan. Jarang-jarang bisa ketemu sama atlet terkenal kayak dia
lho.”
“Beneran gak usah. Kapan-kapan
kan juga pasti bisa ketemu lagi. Aku juga gak mau ganggu dia latihan.” Ujarnya
walau dalam hati sebenarnya dia sangat mengharap calon pertemuan pertama itu.
Sudah hampir satu tahun Cindy berkenalan
dengan cowok yang bernama Yoda itu. Dan, sudah hampir 3 bulan ini dia memiliki
perasaan yang tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata yang biasa. Walaupun
mereka belum pernah bertemu,Cindy meresa sangat cocok dengan cowok berbadan
tegap dan tinggi itu. Dia baik, dia perhatian, dia pintar memainkan
shuttlecock, dan dia segalanya.
Dia menolak dipertemukan bukan
karena dia tak mau bertemu. Melainkan karena dia tak mau pertemuan pertama itu
akan berujung pada perpisahan. Ketakutan itu selalu menghantui dirinya.
Detik demi detik tetap mereka
lalui bersama handphone di tangan masing-masing. Ya, hanya benda mati itulah
yang dapat mereka gunakan untuk saling berbagi satu sama lain.
Selasa, 29 Mei 2012
Bertahan di atas sakitku
“Terkadang hal sekecil apapun yang tak kasat mata terbenam indah di
benak seseorang.”
Hal
sekecil apapun yang kau timbulkan tak pernah lepas dari mata dan hatiku, namun
justru semakin lekat saat kau kian lama kian menjauh. Melirik pun kau tak
sempat dan mungkin tak akan pernah. Apalagi melihat? Impossible!!
Saat ini
aku yakin kau sangat menikmati dunia mu. Tapi bagaimana dengan ku? Apakah kau
sedikit saja tak memikirkan hal apa yang ku lakukan saat kau tak ada disini?
Kau tak datang saat pagi, terik, senja, dan malam padahal aku mengharapkan mu
walau kau hanya datang sepersekian detik dan tak membawa apapun.
Tapi aku
bangga dan bersyukur sebab sampai sekarang aku mampu menahan diri untuk tak
menghubungimu. Akhirnya aku bisa seperti ini setelah sekian lama gagal untuk
menahan diri. Semoga akan selamanya seperti ini, saat aku mampu bertahan diatas
sakit ku.
with love,
@besjoget ;)
Senin, 28 Mei 2012
kau yang (mungkin) tak mengingatku
Aku
memaksakan diri menangis untuk kesekian kalinya tepat tengah malam, tepat
setelah aku membaca novel, tepat setelah aku mendengarkan lagu-lagu mellow yang
mem-falshback-kan kisah kita. Tapi, sepertinya bukan kita,
tapi aku. Semua memori itu berputar kembali secara gambling tanpa
perlu ku suruh, tanpa perlu mendapat tugas dari benakku. Setahun lebih kita
berkenalan, aku masih mengingat semua hal kecil yang membuat kita tertawa
bersama (long time ago). Bagaimana awalnya kita kenal? Aku masih
ingat!! Bagaiman saat kita bertemu? Aku masih ingat!! Bagaimana
saat kamu sedikit demi sedikit mulai menjauh? Aku masih ingat!!!
Benar-benar masih ingat!! Tapi tak tahu denganmu, apakah kau masih
mengingat semua itu atau bahkan mencampakkan layaknya sampah yang tak berguna?
Hanya kau dan Tuhan-lah yang tau :’)
Kamu
masih ingat pertama kali kau menghubungiku? Tidak ingat bukan?
:’) Tapi aku masih ingat. Benar-benar ingat!! Kau
menanyakan apakah aku benar yunika yang dimaksud teman club mu sekaligus adek
kelas ku? Aku juga masih ingat benar bagaimana saat kau menyatakan keinginanmu
untuk sparing bulutangkis antara sekolahku dengan sekolahmu. Tentu saja aku
menerimanya tapi dengan usaha yang harus ku lakukan lebih karena sekolahku tak
mempunyai ekstrakurikuler bulutangkis seperti di sekolahmu. Berawal dari hal
yang sama-sama kita sukai, kita menjadi (mungkin) dekat.
Kalau tidak ingin dikatakan bodoh, aku ingin mengatakan kepada diriku sendiri
bahwa “Aku hanyalah kurang pintar!!” :’)
Rabu, 02 Mei 2012
Cinta memang harus memiliki
Banyak orang bilang kalau "cinta itu tak harus memiliki" tak terkecuali aku. Tapi, setelah tau yang sesungguhnya, bagiku pernyataan itu salah. Tapi mungkin bagi beberapa orang, pernyataan itu sah-sah saja. Bukankah setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda? Dan kita seharusnya menghargai pendapat masing-masing bukan? :)
Mengapa aku memilih setuju dengan pernyataan "cinta harus memiliki"? Karena itu memang realita. Setiap orang yang mencintai pasti ingin mendapatkan apa yang ia cintai bukan? Salah satu contoh: aku menyukai membaca. Secara tidak langsung aku akan membeli novel atau apapun yang bisa aku baca bukan? Ya, menurutku seperti itulah contoh dari hal yang sangat sepele.
Well, jika kamu mencintai apapun termasuk mencintai seseorang, kejar dia sampai kamu benar-benar mendapatkannya :) Memang, bicara itu mudah tapi untuk mewujudkannya bisa dibilang sangat susah. Tapi, bukankah manusia selayaknya seperti itu? Yang bisa mendukung satu sama lain? :)
Mengapa aku memilih setuju dengan pernyataan "cinta harus memiliki"? Karena itu memang realita. Setiap orang yang mencintai pasti ingin mendapatkan apa yang ia cintai bukan? Salah satu contoh: aku menyukai membaca. Secara tidak langsung aku akan membeli novel atau apapun yang bisa aku baca bukan? Ya, menurutku seperti itulah contoh dari hal yang sangat sepele.
Well, jika kamu mencintai apapun termasuk mencintai seseorang, kejar dia sampai kamu benar-benar mendapatkannya :) Memang, bicara itu mudah tapi untuk mewujudkannya bisa dibilang sangat susah. Tapi, bukankah manusia selayaknya seperti itu? Yang bisa mendukung satu sama lain? :)
Langganan:
Postingan (Atom)