Selasa, 30 Juli 2013

Bakti Sosial Bersama Abang Becak

Hari itu datang lagi namun dengan tempat yang berbeda, kegiatan yang berbeda, orang yang tentunya berbeda, dan suasana yang berbeda. Satu hal yang tetap sama dan tak akan pernah luput, kebersamaan.

Kali ini Himpunan Mahasiswa Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (duh ribet amat) singkatnya, HIMA TELKOM PENS, mengadakan kegiatan sosial yang digagas oleh Departemen Hubungan Luar Negeri berupa “Buka Bersama dengan Abang Becak” (gaulnya suh gitu). Kegiatan sosialnya dilaksakan di Jalan Tambaksari. Tau kan pasti? Itu tuh depannya Stadion Persebaya ada Taman. Nah, disitu tempat kita magang kemarin.

Panitia dari kegiatan ini adalah Staff Muda HIMA TELKOM. Selain dihadiri abang becak, kegiatan ini juga dihadiri Bapak Roman Bangsacara selaku Kepala Himpunan Mahasiswa atau KAHIMA. Ah, manggil bapak nanti dimarahin, maksud saya Mas Roman Bangsacara dan juga Staff Ahli HIMA TELKOM dan pastinya mahasiswa/i Telkom 2012.

Rabu, 24 Juli 2013

Bahagialah Disana, Aku Sangat Merindukanmu

I found here
Semua orang tahu hari ini tanggal 24 Juli 2013. Aku cukup mengingat tanggal ini dan tak akan melupakan cerita dibaliknya. Sebab satu sayap telah hilang dan tak akan kembali dari kehidupanku tepat setahun yang lalu. Tak akan ku lupa dan tetap akan ku kenang. Sepanjang hidup karena dia adalah bagian dari nadiku.

Bersyukurlah sayap itu masih bisa kalian sentuh. Atau paling tidak kalian masih bisa melihatnya dari jarak sedemikian rupa. Berbeda denganku, aku sudah tak mampu melihat apalagi menyentuh sayap itu. Aku hanya mampu mengingat sayap yang telah patah. Sayap itu tak akan pernah kembali ke dunia ini. Sayap yang ku maksud adalah ibuku. Wanita hebat yang telah memperjuangkanku, yang telah mendidikku, yang mampu membuatku menunduk karena semua kesalahan yang telah ku perbuat, yang mampu menangis saat beliau marah, yang mencari saat beliau tak kunjung pulang dari tempat kerjanya, yang menanti masakan-masakannya terhidang di meja makan.

Aku sudah tak bisa mengalami hal-hal sederhana itu. Begitu sederhana hingga sebagian orang mungkin sudah lupa. Saat ini, kalian masih bisa menikmati semua masakan-masakan ibu bukan? Aku tidak! Saat kalian pulang sekolah atau kuliah, ibu pasti sudah menunggu di rumah, sedang duduk manis atau mungkin sudah tertidur di kamarnya bukan? Aku tidak! Saat ibu meminta menjemputnya di tempat kerja, kalian mungkin akan mengeluh karena mengganggu kegiatanmu bukan? Aku tidak! Aku sudah tidak bisa mengeluh lagi karena beliau sudah pergi. Pergi bukan untuk kembali.

Selasa, 23 Juli 2013

Dentingan Melodi Senja

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
Bebas berandai memulang waktu

Sebait lagu diiringi petikan gitar mengalun pelan namun dalam. Terlintas potongan-potongan kenangan lalu bersamanya. Sepertinya potongan kenangan itu menjelma menjadi kenangan abadi yang tak mau terhapus tanpa catatan. Bayangnya begitu nyata tapi tak dapat tersentuh. Mampu untuk diingat tapi sangat sulit untuk dihapus.

Senja. Ya, namanya Senja. Gitar yang saat ini kumainkan adalah pelengkap hidupnya. Senja begitu menyukai musik. Karenanya, aku menyukai musik. Menjadikan musik sebagai pelengkap hidup, sepertinya. Karenanya juga aku bisa menciptakan melodi lembut namun dalam dengan petikan-petikan gitarku.

Jumat, 19 Juli 2013

EBC (EEPIS Badminton Community)


Hai hai. Kali ini aku mau share tentang kegiatan ku di kampus (lagi). Jangan bosen ya soalnya kemarin aku juga udah cerita kegiatanku yang lain :D

Nah, kali ini aku mau berbagi cerita tentang UKM yang aku ikuti. Di PENS, aku cuma ikut satu UKM. Setia gitu lah intinya. Aku cuma milih satu UKM karna aku pengen all out disini. Pengen bener-bener fokus disini aja. Dulu sih aku asal ikut UKM Fotografi juga. Tapi karna sesuatu hal, aku cuma dateng sekali dan habis gitu aku gak ikut lagi.

Dan akhirnyaaaa *jeng jeng jeng* disinilah aku. Sekarang aku di EBC. EEPIS Badminton Community, sebutan yang lebih gaul buat UKM Bulu Tangkis PENS.

Biasanya kita latihan tiap hari Rabu jam 15:00 s/d 18:00 di GOR Bulu Tangkis ITS. Mau gabung? Gampang kok. Jadi mahasiswa/i PENS dulu terus dateng aja deh ke lapangan kalo lagi ada jadwal latihan :D

Awal-awal jadi MABA dulu, yang latihan bejibun. Apalagi ceweknya. Ceweknya banyak jadi lumayan rame gitu. Sekarang? Entahlah. Cewek-ceweknya hilang dari peradaban. Jadi yang biasanya latihan cuma aku. Catet ya! Cewek yang paling sering latihan cuma aku. Catet tuh! Aku cewek bukan cowok! *ah sudahlah*
Selain hari Rabu, kita juga pengen latihan di hari lain. Tapi sampai sekarang masih belum terealisasi soalnya masih libur latihannya karna apalagi kalo engga karna puasa. Badan rasanya jadi lemes, letih, lunglai, lesu dan sejenisnya itu kalo lagi gak latihan gini *curhat*


Kamis, 18 Juli 2013

Komunitas M&M Telkom 2012

Ceria tanpa batas { }
M&M. Sebuah komunitas yang dinaungi Departemen MEDKOMINFO (Media Komunikasi dan Informasi) Teknik Telekomunikasi. Disini kita bisa belajar mengenai majalah dan mading. Kali ini, aku pengen berbagi aja cerita-cerita sama M&M.

Biasanya, kita kumpul di gedung lama atau sering disebut gedung D3 di lantai 3. Lantai 3 ini udah kayak rumah kita sendiri, karna yang biasanya seliweran di lantai ini kebanyakan mahasiswa Telkom. Nah, di lantai 3 ini ada sekotak ruangan, bisa dibilang rumahnya MEDKOMINFO. Kita biasanya kumpul disitu, di radio. Jadi kalo siaran disini, kalo ngerjain majalah atau bulletin disini juga, ngerjain mading pun juga disini. Untungnya tidur gak disini juga, kalo iya bisa dicariin orang tua nih. Hahaha.

Kenapa aku bisa gabung sama Komunitas M&M? Awalnya aku ikut komunitas Bulu Tangkis di Telkom. Tapi emang dasar aku yang gak bisa punya sedikit kegiatan, jadi aku pengen gabung sama komunitas lain biar bisa nambah jam terbang *apalagi coba*. Alhasil aku milih M&M soalnya aku pengen belajar nulis terus pengen ngepakin sayap kayak bidadari di dunia tulis menulis. Dulu ada komunitas NERD dan sejenisnya itu, tapi aku mikir lagi dan gak ikut gabung. Takut otak malah soak kalo dibuat mikir yang berat-berat. Haha


Selasa, 16 Juli 2013

Senja Belum Tergantikan

Dulu aku begitu menyukai senja. Tapi sampai saat ini semuanya tak akan pernah berubah. Masih tersimpan dan masih seperti dahulu. Aku masih menantikan senja yang hanya tercipta beberapa detik menjelang malam. Beberapa detik yang sempurna namun indah. Tak terkalahkan.

Di sudut hari-hariku, masih ada namamu. Harusnya kamu itu. Namamulah yang menghangatkan relung-relung jiwa. Menghangatkan mata dan hati. Masih sama seperti yang kemarin. Masih ada namamu di hati terkecilku.

Jangan lupa lusa dateng.

Liat bsk.

Kenapa?

Lg sakit.

Sakit apa km?

Tipes.

Yaudah istirahat! Biar lusa bisa dateng.

Percakapan melalui pesan singkat yang ternyata sudah lama tak tercipta. Sudah lama aku dan kamu tak seperti ini. Saling menegur sapa, mengetahui kabar masing-masing, bercanda, dan bercerita lewat sebuah ponsel. Ada kerinduan yang ternyata timbul. Semoga kamu tahu itu.

Gimana keadaanmu?

Udah agak mendingan kok.

Besok dateng kan ya?

Liat besok deh.

Dateng dong. Awas sampek km gk dateng.

Haha, iya.

Sip.

Apa kamu juga merasa bahagia saat menerima semua pesan singkat itu dariku? Apa kamu memiliki kerinduan yang sama sepertiku? Sebuah pengharapan yang tak pernah pudar sampai detik ini.

Senin, 01 Juli 2013

Someday

Aku masih mengenangmu. Masih menanti seperti mereka yang setia menunggu senja. Masih seperti mereka yang mengharapkan pagi datang sesegera mungkin. Masih seperti mereka yang mengharapkan janji-janji untuk segera ditepati. Menanti sapaan lembutmu dengan tatapan tenangmu. Menanti cerita-cerita sederhana yang meluncur deras dari bibirmu. Menanti “omelan” mu karena berbagai ulah yang sering ku ciptakan. Masih disanakah kamu? Masihkah kamu menatap kearahku? Kamu, mengobrak-abrik isi hatiku dengan pesona yang tak pernah luntur. Ya, pesona. Kamu benar-benar mengalihkan hati, pikiran, dan jiwaku dengan pesona sederhanamu.

Andai kamu mampu mendengarku tanpa aku berbicara sepatah kata pun. Andai kamu mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut di otakku tanpa ku utarakan sebelumnya.
Kamu berdiam disana. Apakah otakmu sempat terlintas bayangku? Namaku? Atau bahkan cerita-cerita yang pernah kita ukir? Apa kamu sempat mendengar bisikan rinduku?

Rindu ini terasa indah. seindah senja yang memayungi langit sore. Seindah kerlipan kunang-kunang di gelapnya malam. Seindah hangatnya matahari pagi yang menyengat kulit bersama munculnya pengharapan-pengharapan baru. Untukmu, rindu ini kuciptakan. Untukmu, rindu ini kunikmati. Dan untukmu pula, rindu ini kuhayati. Sampai kapan? Entah. Biarkan aku menikmati rindu yang pernah atau bahkan sering kali kamu ciptakan.