Senin, 25 Februari 2013

Masih Untuknya, Malaikat Berjilbab


Seperti malam-malam sebelumnya, saya ingin menyapa malaikat tak bersayap, malaikat yang sempat bernyawa, malaikat berjilbab, yang sudah berpisah dari saya tapi saya masih berharap dipertemukan lagi; nanti di surga, Ibu.

Satu pesan yang ingin saya sampaikan. Dan beberapa cerita yang ingin saya ungkapkan untuk ibu.

Pesan untuk Ibu, saya sudah menyelesaikan satu semester di Teknik Telekomunikasi - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Transkrip nilai sudah ada di tangan saya, Bu. Kemarin Sabtu (22/2) bapak mengambilkan hasil belajar yang sudah saya perjuangkan. Biasanya kalau ada rapat orang tua dan mengambil raport,  Ibu lah yang selalu melakukannya, untuk saya. Seperti saat sebelumnya; saat Leukimia itu sudah mendekati Ibu, menjadi sahabat Ibu, tapi Ibu tetap gigih mengambilkan hasil belajar itu untuk saya.

Rabu, 20 Februari 2013

Masih Mencari Teka Tekimu



Masih mencoba mencari teka-teki yang ku ciptakan sendiri. Mencoba mengorek segala kenangan. Mengorek segala kisah yang sudah tercipta dengan mudahnya. Mencari jalan keluar dari segala permasalahan. Sebenarnya bukanlah permasalahan besar, namun tetap saja dia bernama “permasalahan” yang hanya akan selesai jika kita menemukan solusi.

Kamu dapat memeluk segala harapku, segala kenanganku. Kamu juga pemeluk segala kesakitanku. Kamu juga penyebab senyumku. Dan kamu, adalah bagian dari mimpi-mimpiku.

Denganmu, aku dapat tertawa. Aku dapat merasakan diriku menjadi utuh kembali. Mungkinkah ini cinta? Aku terlalu sulit untuk menemukan jawaban seperti apa cinta yang sesungguhnya. Cinta yang akan membawa kita pada kebahagiaan. Terlalu sulit menemukan jawaban jika tak ada kamu. Aku tak mampu untuk mencarinya. Mungkin denganmu, aku dapat menemukan jawaban, sebenarnya apakah rasa yang sudah kamu tinggalkan ini? Mungkin juga dengan hadirnya kamu kembali, keutuhan ini akan menjadi sebuah keutuhan abadi. Keutuhan yang tak akan hilang setelah kamu mendekat dan memelukku.

Senin, 18 Februari 2013

Surat Keempat Untuk Ibu

Hai ibu. Selamat Pagi. Apa kabar disana?

Ternyata sudah hampir 7 bulan kita tidak berjumpa. Melihat senyuman ibu. Tawa ibu. Nasehat ibu. Saya yakin nantinya kita akan bertemu kembali di Surga Allah. Saling memeluk. Saling menguatkan. Saling mengungkapkan kerinduan. Kita hanya berpisah untuk sementara. Tapi sebenarnya hati kita tak akan pernah berpisah. Sampai kapanpun.

Ibu, rasanya saya ingin menangis. Kerinduan ini sungguh menyakitksn hati. Saya hanya mampu mengungkapkan kerinduan melalui do’a-do’a saja. Tanpa bisa memeluk jasad ibu.

Untuk melihat foto ibu, saya masih belum kuat. Belum tegar. Sebab foto-foto itu membuat saya menangis. Bahkan mendengar orang lain menyebut nama ibu pun saya masih meneteskan air mata. Hal kecil tetapi berarti besar untuk saya.

Minggu, 17 Februari 2013

Kekosongan

Kekosongan adalah suatu hal yang sangat dibenci oleh sebagian orang, bahkan mungkin untuk kebanyakan orang. Kekosongan sangat identik dengan kesendirian, dengan sebuah kesepian. Tak ada kesenangan dan juga tak ada tangisan. Semuanya bagaikan jalan lurus yang tak akan menemukan jalur lain, tikungan, dan yang lainnya. Membosankan.

Dua tahun yang lalu perasaan itu muncul. Saya menciptakan keberanian untuk memiliki rasa terhadap hatinya. Keputusan terberat sebab ternyata kita berbeda.

Entah saya bodoh atau memang saya sudah tak memiliki pikiran yang logis sehingga memilih jalan itu. Jalan dimana saya memilih untuk mendekati dia. Dia membawa semua hal yang saya inginkan. Tawanya bagaikan nyawa untuk saya. Sedihnya bagaikan pelajaran kehidupan untuk saya. Celotehannya bagaikan lukisan indah yang tak akan pernah hilang. Semua begitu sempurna.
Namun ada satu hal yang masih dan akan terus mengganjal. Niat untuk menaruh hati terhadap dia sepertinya masih belum sempurna. Belum sepenuhnya. Terbukti dengan adanya berbagai pemikiran yang muncul. Terutama perihal keyakinan kita. Keyakinan yang tak pernah sama. Begitu berat dan menyesakkan.

Jumat, 08 Februari 2013

My Best :*

dari kiri (Saya, Rina, Nindita, Meita)


Kali ini berbeda dengan sebelumnya, saya ingin sedikit berbagi cerita perihal salah satu sahabat saya.

Nindita Nindyarini.

Sahabat saya sejak kelas 1 SMA di SMA Negeri 17 Surabaya. Bukan SMA 17 Agustus loh ya. :D

Dia adalah pencipta emosi sesaat saya. Karenanya, saya mudah emosi, entah beradu argument atau karena sifatnya yang suka telat. Hal yang paling saya benci dari dia hanya satu. Ketelatannya. Kalau 15-30 menit mungkin saya masih bisa toleransi. Dia biasanya telat hampir 2 jam. Bayangkan bagaimana saya harus menunggu dia di suatu tempat dan….sendirian. Hhhh.

Saya biasa memanggilnya endut. Sering beradu argument dengannya membuat saya belajar bagaimana harus bersabar dengan orang yang sama-sama mempunyai sifat keras kepala. Tapi dia juga sering membuat saya tersenyum. Ada saja hal yang dia lakukan yang membuat saya tersenyum, tertawa, bahkan marah karena ulahnya.

Kamis, 07 Februari 2013

sin cos tan


imgfave.com

Saat kamu bergerak diantara puluhan orang, dengan mudah saya dapat mengenali kamu. Mata saya selalu tertarik ke arahmu. Menginginkan untuk menatapmu. Padahal, baru pertama kali semesta mempertemukan kita. Semudah itukah saya mengenali kamu dalam jarak yang sedemikian jauhnya? Tak hanya dari kejauhan tetapi juga diantara kegelapan dan keramaian. Setiap gerakan kecil yang kamu ciptakan adalah magnet untuk saya. Tarik-menarik.

Saya selalu merindukan senyumanmu. Senyumanmu adalah obat saat saya merasa sakit. Adalah kekuatan magis yang dapat membangkitkan semangat saya. Adalah keramaian saat saya merasa sepi. Adalah senja, menenangkan. Adalah angin yang dapat membuat saya merasa nyaman. Sebuah kesejukan. Begitu berarti. Senyuman. Hanya hal sederhana, hal kecil yang dapat dilakukan semua orang namun dapat berharga untuk orang lain. Seperti senyumanmu untuk penikmatnya. Dan saya adalah adalah salah satu dari mereka.

Senin, 04 Februari 2013

Liebster Award



Open open open. I found something! Like my feeling. My blog has nominated for Liebster Award by milk and toast and honey Thank you so much, Nindy. :*



Liebster award and the awars rules:
Bloggers award other up and coming bloggers (with less than 200 followers) with the award. If you receive the liebster, you must: tell 11 things about yourself. Answer the 11 questions the nominating blogger asked you. Nominate 11 bloggers. Make sure you notify the blogs you nominate.


Sabtu, 02 Februari 2013

Review -Mahasiswa Baru

Sekedar berbagi cerita aja selama kuliah di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya atau biasa disebut PENS dan EEPIS. Saya diterima di jurusan D4 Teknik Telekomunikasi. Ehm, ralat! Bukan D4 lagi tapi sekarang sudah disetarakan dengan S1. Jadi, SST Teknik Telekomunikasi. Sebenarnya S1 ataupun D4 sama aja sih. Toh yang terpenting dari kita sendiri juga kinerjanya di kampus gimana. Bedanya kalau S1 kebanyakan teori kalau D4 takaran teori sama praktek hampir sama sih ya.

Sebagai mahasiswa baru, kita disibukkan dengan berbagai hal. Kita dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dunia baru. Keadaan baru. Beruntungnya saya termasuk orang yang mudah untuk beradaptasi. :)

Wajah culun kami. :D Mereka teman-teman baru saya saat IPMB (Ospek)
Alumni SMAN 17 Surabaya - MABA PENS :)
Saya mulai menemukan teman-teman baru yang gak kalah sangar sama teman-teman SMA. :D