Dulu aku
begitu menyukai senja. Tapi sampai saat ini semuanya tak akan pernah berubah.
Masih tersimpan dan masih seperti dahulu. Aku masih menantikan senja yang hanya
tercipta beberapa detik menjelang malam. Beberapa detik yang sempurna namun
indah. Tak terkalahkan.
Di sudut
hari-hariku, masih ada namamu. Harusnya kamu itu. Namamulah yang menghangatkan
relung-relung jiwa. Menghangatkan mata dan hati. Masih sama seperti yang
kemarin. Masih ada namamu di hati terkecilku.
Jangan lupa lusa dateng.
Liat bsk.
Kenapa?
Lg sakit.
Sakit apa km?
Tipes.
Yaudah istirahat! Biar lusa bisa dateng.
Percakapan melalui
pesan singkat yang ternyata sudah lama tak tercipta. Sudah lama aku dan kamu
tak seperti ini. Saling menegur sapa, mengetahui kabar masing-masing, bercanda,
dan bercerita lewat sebuah ponsel. Ada kerinduan yang ternyata timbul. Semoga
kamu tahu itu.
Gimana keadaanmu?
Udah agak mendingan kok.
Besok dateng kan ya?
Liat besok deh.
Dateng dong. Awas sampek km gk dateng.
Haha, iya.
Sip.
Apa kamu
juga merasa bahagia saat menerima semua pesan singkat itu dariku? Apa kamu
memiliki kerinduan yang sama sepertiku? Sebuah pengharapan yang tak pernah
pudar sampai detik ini.
Sampai kapanpun, senja selalu memikat hati penikmatnya. Kamu juga demikian. Masih juga memikatku dengan hal-hal sederhanamu.
Kamu mampu
membuyarkan jenuhku. Kamu mampu menghangatkan seluruh mimpi-mimpiku. Selama ini,
kamu masih mampu memaksaku menyimpan dan mengenang seluruh rasa ini. Selama itu
pula ternyata bayang-bayangmu tak mampu terlelap dalam tidurku.
Tawa itu.
Tawa khas yang tak akan pernah luput dari penglihatanku. Tawa yang seakan
bercerita. Mampu menelan semua kesedihan. Tawa yang mampu membangkitkan rasa.
Hanya kamu pemilik tawa termemesona seperti itu.
Tatapan
lembut itu selalu meruntuhkan jiwa. Raut khawatir itu selalu membuatku ingin
tersenyum. Guratan keceriaan itu tak ingin kuhapus dan aku juga tak ingin jika kamu
menghapusnya. Semua yang sudah kamu ciptakan untuk kamu dan untuk orang lain
selalu menarik. Selalu mengagumkan dan indah.
Sapaan
sejuk selalu kamu hadirkan di sela-sela senyummu. Selalu mengingatkanku
denganmu, Senja. Senja tak akan pernah hilang ataupun berkurang. Sampai kapanpun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak sesuai cerita diatas. Semoga bermanfaat.
And thanks for your visiting! :)