Laman

Minggu, 11 Mei 2014

Saksi Bisu Sebuah Rindu

I found here

Ketika tak ada lagi ruang untuk mempertemukan kita.
Tak ada lagi waktu untuk menjadikan kamu dan aku menjadi kita (lagi).
Ketika itu pula do’a masih mengalir deras dalam setiap detik.
Masih ada harap untuk berjalan kembali, memperbaiki yang telah lalu.


Saat rindu tak tahu harus disampaikan kepada siapa.
Hanya mampu melukis rindu di atas kertas putih bergores tetesan air mata.
Sebuah helaian kertas yang menjadi satu kesatuan.
Sebagai saksi bisu sebuah kerinduan yang sudah tak layak untuk disampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak sesuai cerita diatas. Semoga bermanfaat.

And thanks for your visiting! :)