Kamu mungkin
tak akan pernah tahu bahwa aku disini. Menunggumu di seberang jalan tanpa mau
melangkap kembali, untuk mencapaimu. Aku hanya mampu menikmati semilir angin,
menikmati rakitan takdirNya, tanpa pernah tahu kapan aku harus benar-benar
bangkit, berlari dan menjangkaumu.
Apakah kamu
batu? Apa kamu hanya berpura-pura menjadi batu? Tanpa pernah tahu aku adalah
air yang ingin melembutkanmu. Menjadikanmu lebih peka dengan sekitarmu.
Apa kamu
buta? Atau sengaja membutakan mata dan batinmu? Kemarilah. Aku akan
menunjukkanmu beberapa jalan yang mungkin akan membuat keadaan lebih baik. Membuat
perasaanmu dan perasaanku menjadi satu. Lihatlah kemari! Ada aku yang selalu
memperhatikanmu. Secara langsung maupun tak langsung. Selalu mengharapkanmu tanpa
pernah tahu apakah kamu juga akan mengharapkanku.
Entahlah! Bagaimana
seharusnya aku menyampaikan pesan ini? Cobalah kemari! Mataku mampu
menyampaikan semua pesan yang tak bisa ku tuliskan, apalagi ku ungkapkan. Mataku
akan berbicara, dari hati.
Dulu, aku tak nyaman dengan sifat yang kamu tampakkan. Tapi sekarang aku baru sadar, sifatmu berbeda dari mereka. Dan itu yang membuatmu menjadi lebih special dibanding dengan yang lainnya. Apa kamu tahu itu?
Kini yang
ku tahu, aku masih dipersimpangan jalan. Tak tahu bagaimana caranya agar aku mampu berdiri di persimpangan yang sama. Tak tahu pasti kapan kamu akan
menjemputku. Menarikku ke dalam pelukanmu. Dengarlah! Yang pasti disini aku
masih menantimu, berbalik arah untuk menjemputku ke dalam dekapanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan jejak sesuai cerita diatas. Semoga bermanfaat.
And thanks for your visiting! :)