Selasa, 29 Desember 2015

Rindu

Bagiku, rindu itu seperti pengharapan. Pengharapan pada seseorang yang jauh di depan sana. Yang entah bisa digapai atau tidak. Yang entah bisa dipeluk untuk meluapkan luka atau tidak. Rindu, sesakit itukah ia hingga membuat orang berharap?

Bagiku, rindu adalah kekecewaan. Rindu pada ia, sedangkan ia tak membalas itu. Sedangkan ia sedang tertawan dengan bahagianya. Semengecewakan itukah ia yang bernama rindu?

Bagiku, rindu merupakan ketakutan. Takut bila jatuh lagi pada lubang yang sama dan tertatih untuk bangkit. Melihat ia ternyata sedang berjalan di atas kebahagiaannya bersama yang lain. Melihat apa yang kita rasakan tak terbalas dengan kejamnya. Semengerikan itukah rindu?

Karena itu, karena rindu aku takut. Aku tak mau melakukan pengharapan lagi pada seseorang. Pada ia yang mencipta rindu. Pada ia yang membuatku merindu. Berharap pada manusia sama saja menaruh diri pada kecewa. Rindu, bagiku ia menyakitkan. Bagiku ia mengecewakan. Dan bagiku, ia amat mengerikan.

2 komentar:

  1. Rindu bagiku adalah dekat. Dekat denganmu dalam setiap doa, dalam setiap waktu. Sayangnya, kedekatan itu hanya lewat doa :3 #eak :")

    BalasHapus
  2. Rindu cukuplah kepada Allah dan Rosulullah. Krn rindu kepada dunia hanyalah nestapa

    BalasHapus

Tinggalkan jejak sesuai cerita diatas. Semoga bermanfaat.

And thanks for your visiting! :)