Laman

Sabtu, 25 Oktober 2014

Selarik Kisah untuk Kamu, Masa Remajaku

Dokumentasi Pribadi
Suatu ketika aku dan kamu pernah membuat sebuah janji. Perjanjian yang tak disampaikan secara langsung maupun tertulis. Tapi karena janji itu, aku dan kamu sempat memaknai waktu bersama, berdua. Kebahagiaan yang sangat sederhana untuk dua orang yang sangat berharga.

Nyanyian bersama ingin menciptakan cerita hidup yang tidak biasa bagi sebagian orang. Menginginkan untuk menciptakan kehidupan berdua yang begitu menyenangkan. Kelak, beberapa tahun kemudian. Inginnya seperti demikian.

Kamu ke kanan, aku mengikutimu.

Kamu ke kiri, aku pun mengikutimu.

Kemanapun arahmu beranjak, pasti aku di belakangmu.

Apa aku kecewa dengan hal-hal yang pernah aku perjuangkan untukmu? Sedikit. Ah, sebentar. Akan aku jelaskan.

Ini bukan perihal ikhlas atau tak ikhlas. Bukan pula perihal cinta atau tak cinta. Bukan juga perihal aku memilihmu dan kamu memilihku. Wajar bukan jika seseorang mengalami kekecewaan terhadap apa atau siapa yang memang mengecewakannya? Tak seperti ekspektasi yang diinginkan. Atau mungkin tidak sebanding dengan apa atau siapa yang sudah diperjuangkan.

Kamu memanglah tetap kamu yang tak akan pernah berubah karena adanya aku. Tak perlulah aku bermimpi yang indah, jika kamu masih bersama dalam kehidupanku setiap harinya. Masih ada senyum itu yang melekat pada bibir merahmu. Masih ada gelak tawa yang mampu menyebarkan tawa.

Senin, 25 Agustus 2014

Oh, ternyata begitu dekat

Sumber

Malam ini langit tak seperti langit kemarin. Tak seperti pula langit kemarinnya lagi. Begitu pula seterusnya. Pun awan juga tak seperti kemarin. Hari ini awan seperti ingin menangis. Menahan pedih, entah dia memikirkan apa. Entah apa yang dia pendam. Apakah sebenarnya dia ingin menangis? Tapi tak ada bahu sebagai penyangga?

Malam ini masih seperti malam kemarin. Sudah lama tak sepaham seperti permulaan kemarin di bawah keramaian rintik hujan. Malam ini wanita hujan di bawah kepekatan cahaya langit tertunduk lemah. Kemarin pun juga. Dia pekat seperti awan. Ingin menangis tapi tak tahu harus menangisi siapa lagi. Untuk apa dia menangis lagi. Apa guna lelah memikul ribuan tangis yang tak dapat disampaikan?

Kau yang pernah dibutuhkan sejak hujan beberapa waktu yang lalu sekarang tak (bisa) dibutuhkan lagi. Tahukah kau? Dia memikul tangis dan rindu yang tak dapat ditumpahkan kepadamu. Pikulan itu terasa berat saat kamu ternyata tak dapat memikul rindu bersama-sama lagi. Siapa kamu? Siapa dia? Dia dan kamu sudah tak sama lagi seperti aroma tanah hujan kemarin sore.


Jumat, 15 Agustus 2014

Keliling Malang

Hai hai. Sekarang anak kuliahan masih masa-masa liburan, nih. Mau share seharian kemarin saya kemana aja. Hahaha.

Liburannya mahasiswa PENS tinggal 15 hari lagi. Masa liburan palingakhir, eh kuliahnya awal sendiri. Gak masalah, sih! Ini yang namanya perjuangan. Gak cuma cinta aja yang perlu diperjuangin, liburan pun juga. Wkwk.

Yuks, lanjut. Seharian kemarin saya dan 4 orang teman saya (Efril, Gaby, Bastomy, Adi) ke wilayah Malang. Rencana liburan kelas ke Sarangan, Magetan gagal. Jadi cari opsi lain; Malang. Kita berangkat dari Surabaya jam 07.30 WIB dan sampai wilayah Songgoriti sekitar jam 10.30 WIB. Tujuan pertama kita cari villa.

Kalau kalian masuk wilayah Songgoriti, banyak banget yang nawarin villa. Mungkin itu mata pencaharian mereka. Bagi kalian yang pengen nyari villa, cobalah nyari-nyari sendiri dan gak pakek “calo”. Kayak begitu menurut saya ada enak enggaknya, sih. Sebab villa di sana banyak. Kalau nyari satu demi satu sesuai spesifikasi yang kita pengen, sepertinya susah. Seharian mungkin nemu baru berapa biji. Jadi, kami memutuskan meminta bantuan ke bapak-bapak yang menawarkan jasanya. Yang kami pengen, villa murah dan ada tamannya. Masalah kamar berapa biji itu mah gampang. Tujuan yang kita datangi pertama, itulah yang terbaik. Haha, ngawur juga, sih. Tapi sepertinya memang terbukti. Kemarin kami mencoba membandingkan sekitar 5 villa. Dan ternyata pilihan malah jatuh ke tempat pertama. Buang-buang waktu? Engga, sih. Justru begitu kita bisa membandingkan dan ngerti beberapa villa dan tentunya si harga dari villa tersebut. Di sana dikasih harga per hari. Ada yang per hari 600.000, 850.000, dll. Nah, villa yang bakal dipakek nanti adalah Villa Ka We Be. Kami berencana makek villa 2 hari aja. Harga dari bapak pemilih villa ternyata 1.7 jt. Akhirnya cewek turun tangan. Tawar-menawar pun berlangsung, dan taraaaaa, kami dapat harga 1.5jt. Lumayan kan. Ada wifi, tv, taman, kamar 3, kamar mandi 2, dapur, ruang makan, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dll. Lengkap banget!

Villa D4TB'12 vacation part II

Senin, 11 Agustus 2014

HILO GREEN

Berjumpa lagi dengan saya. Kali ini gak share cerita fiksi dulu, ya, tapi mau bagi cerita aja mengenai kegiatan saya di musim liburan ini. :D

Beberapa waktu yang lalu, di twitter lagi ada info kegiatan tanam mangrove dan susur kali buat bersihin sampah di mangrove Wonorejo, Surabaya. Tanpa pikir panjang saya langsung daftar ke salah satu CP. Ternyata kegiatan ini diadakan sama Hilo Green Community Surabaya. Karena saya belum pernah ikut tanam mangrove, jadi ngerti ada acara beginian rasanya excited banget. Ke sana sendiri rasanya gak enak. Jadi seperti biasa saya meracuni teman yang sekiranya demen sama yang beginian.
 
Nyulik Dwiki dari Prodi sebelah
Acara dimulai hari Sabtu (9/8) jam 06.30 WIB. Kami berkumpul di pendopo pertama kawasan mangrove. Sebanyak 50 peserta dari berbagai universitas/politeknik dan SMA meramaikan acara ini dengan memakai dresscode berwarna biru. Waktu di pendopo saya kenalan sama mbak-mbak cantik ternyata lulusan kampus sebelah, ITS. Setelah tanya-tanya, ternyata jurusan Teknik Lingkugan 2009 tapi ternyata kerja di Metro TV biro Surabaya. Jomplang ya? Jadi pengen kayak mbaknya. :D *abaikan*

Sabtu, 09 Agustus 2014

Suroboyo Carnival

Hai, selamat pagi, siang, sore atau malam. Di mana pun kalian membaca tulisan ini. :D
Ternyata saya begitu lama tidak menyentuh si Abu *laptop* sejak kuliah semester 4 berakhir walaupun nilai belum keluar semua. Begitu pula dengan blog. Rasanya sekian lama sudah tak berjumpa. :D

Ngomong-ngomong tentang kuliah, seperti biasa, kampus saya liburannya paling akhir. Bahkan tanggal 27 Juli kemarin, H-1 lebaran saya masih berkeliaran di kampus. Tapi kalau itu emang kerajinan, sih. Hahaha. Juli sekitaran tanggal 20 kampus masih rame sama mahasiswa/i berbagai angkatan. Ada yang masih bergelut sama Tugas Akhir, nilai-nilai, ujian susulan, post test, ngurusin robot, dan tentunya satu yang gak ketinggalan; organisasi.

Satu minggu terakhir di bulan Juli sepertinya digunakan mahasiswa sebaik mungkin buat kumpul sama keluarga. Begitu pula dengan saya. Tapi sayangnya tahun ini gak mudik. Jadi ya akhirnya saya jaga Surabaya biar kotanya gak dibawa lari sama keong. :D

Hari H lebaran (28/7), seperti biasa kita silaturahim atau salam-salaman ke orang-orang di sekitar kita. Kalau di Surabaya disebutnya “unjung-unjung”. Berhubung saudara jauh semua; Ponorogo, Kediri, Madiun, Jombang, sama Jember, walhasil saya dan keluarga cuma muter di deket-deket rumah. Gak sampek seharian unjung-unjung di sini kecuali kalau emang keluarganya banyak yang di sini. Karena saya tipe orang yang gampang bosen kalau di rumah, jadi saya memutar otak. “Mau kemana malam ini?”. Taraaaaaa. Ternyata malam lebaran kemarin, SCNM (Suroboyo Carnival Night Market) udah dibuka. Sebelumnya gak ada planning bakal ke sana. Daripada diem di rumah dan gak dapet wangsit sepeserpun, mending cari keramaian di daerah A.Yani itu. Akhirnya terbanglah saya dan salah seorang teman saya ke salah satu icon Surabaya selain THR (Taman Hiburan Remaja) atau sekarang disebut TRS (Taman Remaja Surabaya). FYI, sekarang icon Surabaya bertambah. Ada TRS, SCNM, dan sebentar lagi, denger-denger 2015 bakal diresminak Universal Studio di Kenjeran Park. Wow! Gak mau kalah sama kota lain. :D