Laman

Senin, 22 Desember 2014

Perihal Luka

Selamat malam, Tuan.

Ya, kamu, Tuan. Tuan penyembuh luka. Tuan pembawa suka.

Ah, Tuan. Tahukah kamu apa yang sebenarnya terjadi? Benar, ternyata kamu mampu menyembuhkan lukaku. Luka lama yang tak mau kering bahkan hingga bernanah ternyata mampu kamu sembuhkan, Tuan.

Ah, ya, Tuan. Aku sedikit ingin bercerita. Tentangmu dan tentang kita. Kini kamu menjadi candu. Aku menunggu sapamu. Berharap di koridor kampus aku mampu menemukanmu. Sepersekian detik tak masalah untukku. Candu akan dirimu tak ingin ku sembuhkan. Sebab aku menikmati ini. Selain itu aku juga menanti. Menanti minggu pagi yang sering kita habiskan bersama. Pun aku juga menikmati ketika kita bertengkar. Bagiku, itu adalah kemesraan yang berbeda. Selain pertengkaran kecil yang sering kita ciptakan, pun aku juga suka dengan kesabaran dan dewasamu. Tapi, aku ingin mengenalmu lebih dari ini, Tuan. Aku ingin mengenalmu seperti kamu mengenal kamu, seperti aku yang mengenal aku.

Malam ini, tidurlah dengan lelap, Tuuan. Jangan buat lelah mengganggu tidur manismu. Esok, aku akan menunggumu. Menunggu waktu untuk dihabiskan, hanya berdua. Aku dan kamu. Cukup itu.



Untuk kamu,
lelaki yang ku sematkan namanya dalam setiap sujud

Minggu, 21 Desember 2014

Surat Untuk Ibu

Hujan masih menggelayut manja pada langit. Dia tak ingin bergerak turun padahal para penanti sudah menunggunya. Entah apa yang membuatnya enggan menyapa mereka. Aku masih sepertinya; hujan. Aku masih ingin menggelayut manja kepadanya. Pada wanita cantik yang melahirkanku puluhan tahun yang lalu. Dari daun yang menunggu sapa embun hingga matahari yang bersembunyi di balik punggung belahan langit bagian lain. Aku ingin bermanja padamu sepanjang hari, sepanjang usiaku, tanpa henti. Seperti kasihmu, kasih sepanjang masamu, Ibu. Semandiri-mandirinya anakmu, kami tetap membutuhkanmu. Seperti yang kamu tahu, Ibu.

"Kak, ibu besok berangkat jam 6 pagi. Anterin ya."

"Iya."

***

"Kak, besok anterin ibu lagi, ya?"

"Hm."

"Mau apa enggak, kak? Kalau gak mau bilang aja. Ibu berangkat sendiri aja."

"Iya, iya, Bu. Aku anterin!"

***

SAHABAT (Satu Hati Bersama Telkom)

Venue di lapangan basket
SAHABAT. Satu Hati Bersama Telkom, salah satu KPP (Kegiatan Pasca Pelatihan) TELKOM 2014. Acara ini adalah implementasi dari Parabola (bagian dari lambang Telkom), yaitu untuk menampung aspirasi warga Telkom. Acaranya ngapain aja?

Acara pagi ini (21/12) diadain di lapangan basket PENS, dimulai dengan jalan sehat. Rutenya mulai dari Asrama PENS - PPNS - Teknik Kelautan ITS - Biologi ITS - Bundaran ITS - PENS. Selain bikin sehat badan, jalan sehat juga asik buat kenal satu sama lain, misalnya antar angkatan. Kami berbagi canda tawa di sini. Mulai dari 2014, 2013, 2012, 2011, LJ bahkan alumni.

Selasa, 25 November 2014

Sekedar Mengingat (Kutemukan Bahagiaku)

I found here
Hai, kamu, seseorang yang sempat mengisi hati beberapa waktu yang lalu. Aku hanya sekedar ingin mengetahui bagaimana kabarmu. Baik di sana?

Masih ingat hal-hal yang terjadi satu tahun yang lalu? Akankah kamu mengingatknya seperti halnya aku mengingat kejadian kala itu?

Mungkin cerita ini bermula dari tempat kami mencari kenyamanan baru di kampus. Tresno jalaran soko kulino? Kedengarannya memang benar seperti itu. Semua bermula dari kebiasaan.

Ketika tenggelam dalam sendu, kamu datang untuk menghapus segalanya yang entah bermula dari mana. Kamu membawa senyum yang dapat menghapus segala duka. Kamu membawa damai dalam kalutnya cerita. Hingga pada akhirnya kenyamanan itu mulai timbul. Mencari ketika kamu tiba-tiba menghilang tak ada kabar. Ketika bertemu, malu-malu menanyakan “Kamu ke mana aja kok gak ada kabar?”

Hei, apa kalian pernah merasakan apa yang pernah aku rasakan? Kamu akan tersenyum ketika dia menyapamu? Pasti. Kamu akan bahagia sekedar mendapat sapa “Hei” lewat SMS? Benar bukan? Diam-diam dari jauh kamu mengamati dia walau sekedar ingin melihat dia lewat depan kelasmu bukan? Mulanya pasti seperti itu. Yang tertulis dalam cerita hanya bahagia, bahagia, dan bahagia tanpa berkesudahan. Segalanya berjalan lancar. Hubungan yang baik diselimuti dengan komunikasi yang baik.  Hingga kemudian kebahagian yang sempat tertulis di cerita perlahan-lahan mulai berubah. Sedikit-sedikit, suka mulai menjadi duka. Duka menjadi lara. Tapi bukan berarti sama sekali tak ada kebahagiaan yang menyelimuti hati.

Komunikasi itu penting. Setuju dengan kalimat kecil itu? Tanpa komunikasi, hubungan yang dijalani tak akan pernah menjadi baik. Sebaik-baiknya hubungan tapi jika tak ada komunikasi yang baik, tak akan membuahkan hasil yang baik pula walau sudah ada kepercayaan diantara satu dengan yang lainnya.

Selasa, 04 November 2014

Kumpulkan Skripsimu


#‎KumpulkanSkripsimu‬ acara yg digagas oleh Hilo dan Hilo Green Community akan dilaksanakan serentak 16 kota di Indonesia. Jadilah pahlawan lingkungan selagi masih sempat. Sebab berjuang di medan perang sudah tak mampu kita lakukan lagi.

Don't miss it, tanggal 9 November 2014 di CFD Bungkul mulai jam 7 pagi. Ajak teman, saudara, pacar, gebetan, keluarga, atau siapapun buat ikut berpartisipasi sama acara ini. Insya Allah bermanfaat, Gaes.

Sudah waktunya kita peduli lingkungan, untuk masa depan anak cucu kita. :)

More information :  
089990556895 - Fikri
089685441761 - Abi