Laman

Rabu, 16 Januari 2013

masih kamu dan tak akan terganti


imgfave.com



lanjutan dari bertahan karenamu

Masih tak ada kemampuan dan tak ada kemauan untuk meninggalkanmu. Bayanganmu masih tertera jelas di setiap aliran darahku, di setiap detikku bernafas. Aku disini masih menunggu dengan atau tanpa bayangmu. Terlalu sulit jika aku harus meninggalkan dan menghapus perasaan yang sudah lama ku ukir. Aku masih akan mempertahankan perasaan ini, sebagaimana kamu mempertahankan rasamu terhadap wanita itu.

“Apa yang akan kamu lakukan?”

“Menunggu.”

“Sedangkal itukah otakmu hingga harus menunggu seseorang yang jelas-jelas telah menunggu wanita lain?”

“Bukan dangkal. Melainkan perasaan ini terlalu berharga untuk dihapus. Aku masih belum mampu berdiri tanpa dia.”

“Berdiri tanpa dia? Sampai kapanpun; kemarin, sekarang, atau nanti, kamu tetap berdiri dengan bayangannya. Bayangan! Bukan dia!”

Hening.

Senin, 14 Januari 2013

Usaha, Resistor, dan Kebahagiaan



Hatiku jatuh di kamu. Sesederhana inikah perasaan yang bernama cinta? Perasaan yang membuat beberapa orang terbang dan jatuh. Bagi mereka yang kuat dan tahan banting; layaknya batu, kemanapun cinta itu berlari pasti akan dia kejar. Pasti akan dia raih dengan berbagai usaha. Usaha yang bernilai, bukan 0 Joule. Usaha yang didapatkan dari perkalian antara gaya dan perpindahan. Jika tak ada gaya dan perpindahan, maka tak akan menimbulkan usaha. Cinta tak akan terkejar, tak akan tercipta. Seperti itu.

Bagiku, cinta seperti rangkaian seri. Menjumlahkan resistor satu dengan resistor yang lain secara murni. Bukan seperti rangkaian paralel yang menjumlahkan nilai resistor yang satu dengan yang lainnya dengan langkah membagi terlebih dahulu.  Jadi cinta itu menyatukan. Bukan memisahkan. Apalagi menyakiti. Terlebih membagi. Bukan! Bukan itu!

Mengenal. Dekat. Bersatu. Berpisah. Itukah proses mencintai seseorang? Jika memang iya, kenapa harus berpisah? Bukankah cinta menyatukan aku dan kamu. Menyatukan kita dengan semesta.

Sabtu, 12 Januari 2013

bertahan karenamu


imgfave.com
            Cintaku mendatangimu. Mengoyak kehidupanmu tanpa kamu ketahui. Menghibur lara hati saat tak ada seseorang pun disini, di hatiku. Aku menyukaimu. Sebentar! Mungkin tepatnya aku mengagumimu secara diam-diam. Sepertinya gabungan kata itu maknanya lebih dalam dibandingkan kalimat yang sebelumnya.

            Dia, tipe orang yang pendiam. Berucap saat dirasa penting. Di kelas, kamu tergolong mahasiswa yang jenius. Walaupun kamu lebih suka duduk di pojok dan selalu datang saat beberapa detik sebelum mata kuliah dimulai, tapi otak mu lebih emas dibandingkan mereka-mereka yang merasa sok pintar, yang mengambil hati para dosen. Masa bodoh dengan perlakuan mereka sebab kamu sudah mengalihkan duniaku. Kamu, membuatku kurang peduli dengan orang-orang seperti mereka; sok pintar, sok perhatian, sok baik, dan semuanya yang membuatku muak.

            Sudahlah! Lupakan mereka dan biarkan impuls dalam otakku merambat dari sel saraf satu ke sel saraf yang lain untuk memikirkanmu. Saat ini dan nantinya, aku hanya ingin kamu yang akan memenuhi setiap aliran darah dalam tubuhku.

Sabtu, 05 Januari 2013

terakhir I


"Pia, kamu ada duit?"

"Ada, Sia. Kenapa emangnya?"

"Aku pinjem!"

"Buat apa?"

"Gak usah tanya-tanya. Sekarang mana duitnya? Cepet!"

Mau tak mau Pia mengeluarkan uang kertas berwarna merah sebanyak 5 lembar. Dia sedikit berat hati saat memberikan uang itu. Pia takut uang hasil jerih payahnya sebagai penulis digunakan untuk hal-hal yang tidak baik oleh sahabatnya, Siahaya. Tapi melihat sahabatnya yang begitu membutuhkan uang, dia menjadi tak tega. Pia harus memberikan uang itu.

Saat Pia akan bertanya lagi untuk apa uang itu, ternyata Sia langsung meninggalkannya. Meninggalkan sahabatnya yang duduk di bawah lampu temaram senja dengan berbagai pertanyaan yang mulai muncul. Pertanyaan yang tidak diketahui apa jawabannya dan kapan jawaban itu bisa ditemukan.

"Ada perasaan aneh disini." Pia menunjuk hatinya. "Semoga ini hanya perasaanku. Semoga feeling yang selalu benar itu untuk sementara hilang. Aku tak mau terjadi hal tidak baik pada sahabatku." Lanjutnya.

***
Sejak peristiwa minggu sore itu, Pia merasa ada yang berbeda dengan Sia. Hampir satu tahun mereka tak bertatap muka. Pia sedikit tidak mengerti dengan perubahan Sia. Dia mulai mencari informasi pada teman-teman lama.

Memelukmu Bahagia Ku


Saat seseorang sudah pergi dari kita, tak banyak yang dapat kita lakukan. Kita hanya mampu melakukan beberapa hal, tapi tak ada kontak langsung dengannya. Hanya dari jauh dan entah tersampaikan dengan baik atau tidak.

Seperti sesuatu yang saya lakukan pada seseorang yang sangat saya sayangi. Seseorang yang sudah mendidik saya dari kecil sampai dewasa. Satu hal yang dapat saya lakukan untuknya, dan yang insyaallah sampai kepadanya dengan baik. Ya, saya hanya mampu memeluknya dengan do'a-do'a yang selalu terucap saat sholat ataupun saat berdo'a. Hanya hal tersebutlah yang dapat saya berikan untuk beliau setelah beliau meninggalkan kami.

Setelah sholat, saya hanya mampu mengucap kata untuk ibu agar Allah mengampuni dosa-dosanya, agar Allah mampu menerima semua amalan-amalan ibu; membacakannya surat al-Fatihah ataupun membacakan surat Yaasin untuknya. Terkadang saya datang ke makam beliau, menyapa beliau disebelah gundukan tanah yang diatasnya terdapat batu nisan putih bertuliskan nama ibu.

Seperti itulah yang dapat saya lakukan untuknya. Hanya mampu memeluknya dari jauh dengan do'a-do'a. Hanya mampu mengingat berbagai kenangan-kenangan yang sudah tercipta.