Laman

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2015

Ajakku Melantunkan Lagu Lagi

Dokumentasi Pribadi
Serasa baru kemarin aku melihatmu di salah satu sisi sebuah cafe. Menikmati secangkir cappucinno panas yang masih setia mengepulkan asap. Menghangatkan ruangan, menghangatkan tubuh, dan menghangatkan perasaan. Lalu kamu tersenyum dibalik kacamata hitam yang kamu kenakan setelah kamu menyesap minuman favorit jutaan umat itu. Senyum yang menyebabkan candu pada yang melihatmu.

Lalu kita mengenal satu sama lain. Uraian cerita masing-masing diantara keduanya melengkapi kekurangan yang ada. Membuat candu dan ingin menambah dan terus menambah. Entah apa yang kamu masukkan dalam kopiku ketika kita menghabiskan sore bersama di sudut cafĂ©. Yang membuatku tertagih denganmu.

Sabtu, 12 Januari 2013

bertahan karenamu


imgfave.com
            Cintaku mendatangimu. Mengoyak kehidupanmu tanpa kamu ketahui. Menghibur lara hati saat tak ada seseorang pun disini, di hatiku. Aku menyukaimu. Sebentar! Mungkin tepatnya aku mengagumimu secara diam-diam. Sepertinya gabungan kata itu maknanya lebih dalam dibandingkan kalimat yang sebelumnya.

            Dia, tipe orang yang pendiam. Berucap saat dirasa penting. Di kelas, kamu tergolong mahasiswa yang jenius. Walaupun kamu lebih suka duduk di pojok dan selalu datang saat beberapa detik sebelum mata kuliah dimulai, tapi otak mu lebih emas dibandingkan mereka-mereka yang merasa sok pintar, yang mengambil hati para dosen. Masa bodoh dengan perlakuan mereka sebab kamu sudah mengalihkan duniaku. Kamu, membuatku kurang peduli dengan orang-orang seperti mereka; sok pintar, sok perhatian, sok baik, dan semuanya yang membuatku muak.

            Sudahlah! Lupakan mereka dan biarkan impuls dalam otakku merambat dari sel saraf satu ke sel saraf yang lain untuk memikirkanmu. Saat ini dan nantinya, aku hanya ingin kamu yang akan memenuhi setiap aliran darah dalam tubuhku.

Sabtu, 15 September 2012

untaian do'a


Tik…
Tik…
Tik…
Bunyi hujan menghiasi tempat berteduhku. Jika hujan terjadi saat malam seperti ini, hal terindah yang dapat dilakukan adalah bermimpi di atas tempat tidur. Tempat paling nyaman.
Aku masih ingat, beberapa bulan yang lalu kau membawa harapan kecil namun sangat indah dan berharga. Kau menyembuhkan sakit yang kurasa. Luka yang sudah lama tak bisa terobati. Kau datang dan mengobatiku dengan keikhlasanamu.
Tuhan memang baik denganku. Tuhan memang selalu adil terhadap umatNya. Disaat aku sudah lelah mengharapkan seseorang, kau datang. Datang atas perintah Tuhan. Datang dengan do’a, keihklasan, perhatian, dan semuanya yang sangat ku butuhkan.
Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang kasihku
Tak mau yang lain
Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir yang ku cinta

Rabu, 12 September 2012

bangkit!


“Enak ya kamu udah dapet sekolah baru. Jadi gak bingung lagi kayak aku.”
“Alhamdulillah.” Jawabku sekenanya.
“Aku udah gak kuat. Aku udah daftar SNMPTN Undangan ternyata ditolak. Aku juga udah ikut tes SNMPTN Tulis, dan malangnya aku ditolak lagi. Nasib nasib.” Lanjutnya tanpa menghiraukan jawabanku yang hanya satu kata tersebut.
Setelah dia, Cindy, berkata seperti itu, aku hanya diam. Mulutku mati, tapi hati dan telingaku sebenarnya hidup. Aku masih menyimak lantunan yang sejak tadi keluar dari mulutnya. Aku diam bukan berarti aku meremehkan apa yang dia bicarakan tapi lebih karena belum saatnya aku berbicara.
“Aku udah gak kuat banget, Des. Rasanya semangatku buat cari sekolah lagi udah gak ada. Aku udah kecewa sama keadaan.” Raut wajahnya menunjukkan beban yang semakin lama semakin berat. Padahal aku berharap setelah dia bercerita, bebannya semakin berkurang walau hanya sedikit.

ada yang berbeda


Cklek.
Mataku langsung terbuka. Aku tahu siapa yang baru saja membuka pintu kamarku, walaupun mataku masih terpejam.  Hanya beliaulah yang dapat membangunkanku dengan hal ini.
“Mbak, cepet bangun. Udah waktunya sholat shubuh. Udah gede kok bangun sendiri aja gak bisa.”
“Iya buk.” Jawabku pendek. Aku bergegas bebersih diri dan mengambil air wudhu. Kalau tak begitu bukan hanya waktu yang meninggalkanku tapi juga aku akan dapat hadiah dari ibu. Hadiah yang sangat tak menarik tentunya.
“Mbak, nanti habis nganter ibu kamu masak kepiting ya buat adek. Ibu tadi kesiangan jadi gak sempat masak.” Begitu kata ibu setelah aku selesai memberi sapaan pagi untuk Tuhan.
“Aduh, ibu ini. Bikin males aja. Capek tahu habis nganter ibu ke Bungurasih terus masak. Iya kalo terminalnya deket. Ini jauh men. Hhhh.”  Batinku setelah mendapat perintah darinya.
****
Sesungguhnya setiap anak pasti menyayangi orang tuanya. Sangat menyayangi mereka terutama ibu dari masing-masing melebihi apapun yang ada di dunia ini. Tapi sering kali hati dan keinginan tak pernah jalan beriringan. Sering kali mereka berjalan berlawanan. Pun denganku. Seorang anak yang sampai saat ini hanya bisa merepotkan orang tua, mau dimengerti oleh mereka namun tak mau mengerti mereka.

Jumat, 31 Agustus 2012

rintihanmu

Rintihan hujan terdengar sampai masuk ke telingaku. Aku terbangun tepat jam 12 malam karena sebuah mimpi beterbangan secara leluasa. Aku mendengar dia merintih seperti rintihan hujan yang ku dengar saat ini.

Ronarena: hei you, how are you in heaven?
Ting!
@Ronarena plis rona. Dia uda pergi. Jgn nyakitin diri sendiri.
@berlian25 km ngomong gt krn km gk pernah ngrasain!!
@Ronarena gk peduli ak prnh ngrasain atau gk. Yg ak mau cm km jgn kyk gini lagi.

@berlian25: percuma ngarepin orang yang udah bertahun-tahun gak ada. Hidup itu k depan!! Bkan k belakang!!

“Hhh, nyindir nih ceritanya? Terserah deh!! Bertahun-tahun kek. Berabad-abad kek itu bukan urusan kamu!!”
-o-o-o-

Senja ini mengingatkanku akan kehadiranmu. Di saat kau berlarian bersama anak-anak pantai membawa balon dengan berbagai warna. Keceriaan menghiasi wajah mereka dan juga wajahmu. Tapi, aku melihat sesuatu yang lain di matamu. Ada kegugupan disana. Ada apa denganmu?
“Rona, maukah kamu menemani kesendirianku?”
Indah. Itu yang ku rasa saat dia merealisasikan mimpiku. Mimpi yang selama ini ku inginkan akhirnya terwujud sudah. Anugrah baru telah ku dapatkan.
-o-o-o-

Senin, 28 Mei 2012

kau yang (mungkin) tak mengingatku


Aku memaksakan diri menangis untuk kesekian kalinya tepat tengah malam, tepat setelah aku membaca novel, tepat setelah aku mendengarkan lagu-lagu mellow yang mem-falshback-kan kisah kita. Tapi, sepertinya bukan kita, tapi aku. Semua memori itu berputar kembali secara gambling tanpa perlu ku suruh, tanpa perlu mendapat tugas dari benakku. Setahun lebih kita berkenalan, aku masih mengingat semua hal kecil yang membuat kita tertawa bersama (long time ago). Bagaimana awalnya kita kenal? Aku masih ingat!! Bagaiman saat kita bertemu? Aku masih ingat!! Bagaimana saat kamu sedikit demi sedikit mulai menjauh? Aku masih ingat!!! Benar-benar masih ingat!! Tapi tak tahu denganmu, apakah kau masih mengingat semua itu atau bahkan mencampakkan layaknya sampah yang tak berguna? Hanya kau dan Tuhan-lah yang tau :’)

Kamu masih ingat pertama kali kau menghubungiku? Tidak ingat bukan? :’)  Tapi aku masih ingat. Benar-benar ingat!! Kau menanyakan apakah aku benar yunika yang dimaksud teman club mu sekaligus adek kelas ku? Aku juga masih ingat benar bagaimana saat kau menyatakan keinginanmu untuk sparing bulutangkis antara sekolahku dengan sekolahmu. Tentu saja aku menerimanya tapi dengan usaha yang harus ku lakukan lebih karena sekolahku tak mempunyai ekstrakurikuler bulutangkis seperti di sekolahmu. Berawal dari hal yang sama-sama kita sukai, kita menjadi (mungkin) dekat. Kalau tidak ingin dikatakan bodoh, aku ingin mengatakan kepada diriku sendiri bahwa “Aku hanyalah kurang pintar!!” :’)