Laman

Jumat, 19 Juli 2013

EBC (EEPIS Badminton Community)


Hai hai. Kali ini aku mau share tentang kegiatan ku di kampus (lagi). Jangan bosen ya soalnya kemarin aku juga udah cerita kegiatanku yang lain :D

Nah, kali ini aku mau berbagi cerita tentang UKM yang aku ikuti. Di PENS, aku cuma ikut satu UKM. Setia gitu lah intinya. Aku cuma milih satu UKM karna aku pengen all out disini. Pengen bener-bener fokus disini aja. Dulu sih aku asal ikut UKM Fotografi juga. Tapi karna sesuatu hal, aku cuma dateng sekali dan habis gitu aku gak ikut lagi.

Dan akhirnyaaaa *jeng jeng jeng* disinilah aku. Sekarang aku di EBC. EEPIS Badminton Community, sebutan yang lebih gaul buat UKM Bulu Tangkis PENS.

Biasanya kita latihan tiap hari Rabu jam 15:00 s/d 18:00 di GOR Bulu Tangkis ITS. Mau gabung? Gampang kok. Jadi mahasiswa/i PENS dulu terus dateng aja deh ke lapangan kalo lagi ada jadwal latihan :D

Awal-awal jadi MABA dulu, yang latihan bejibun. Apalagi ceweknya. Ceweknya banyak jadi lumayan rame gitu. Sekarang? Entahlah. Cewek-ceweknya hilang dari peradaban. Jadi yang biasanya latihan cuma aku. Catet ya! Cewek yang paling sering latihan cuma aku. Catet tuh! Aku cewek bukan cowok! *ah sudahlah*
Selain hari Rabu, kita juga pengen latihan di hari lain. Tapi sampai sekarang masih belum terealisasi soalnya masih libur latihannya karna apalagi kalo engga karna puasa. Badan rasanya jadi lemes, letih, lunglai, lesu dan sejenisnya itu kalo lagi gak latihan gini *curhat*


Kamis, 18 Juli 2013

Komunitas M&M Telkom 2012

Ceria tanpa batas { }
M&M. Sebuah komunitas yang dinaungi Departemen MEDKOMINFO (Media Komunikasi dan Informasi) Teknik Telekomunikasi. Disini kita bisa belajar mengenai majalah dan mading. Kali ini, aku pengen berbagi aja cerita-cerita sama M&M.

Biasanya, kita kumpul di gedung lama atau sering disebut gedung D3 di lantai 3. Lantai 3 ini udah kayak rumah kita sendiri, karna yang biasanya seliweran di lantai ini kebanyakan mahasiswa Telkom. Nah, di lantai 3 ini ada sekotak ruangan, bisa dibilang rumahnya MEDKOMINFO. Kita biasanya kumpul disitu, di radio. Jadi kalo siaran disini, kalo ngerjain majalah atau bulletin disini juga, ngerjain mading pun juga disini. Untungnya tidur gak disini juga, kalo iya bisa dicariin orang tua nih. Hahaha.

Kenapa aku bisa gabung sama Komunitas M&M? Awalnya aku ikut komunitas Bulu Tangkis di Telkom. Tapi emang dasar aku yang gak bisa punya sedikit kegiatan, jadi aku pengen gabung sama komunitas lain biar bisa nambah jam terbang *apalagi coba*. Alhasil aku milih M&M soalnya aku pengen belajar nulis terus pengen ngepakin sayap kayak bidadari di dunia tulis menulis. Dulu ada komunitas NERD dan sejenisnya itu, tapi aku mikir lagi dan gak ikut gabung. Takut otak malah soak kalo dibuat mikir yang berat-berat. Haha


Selasa, 16 Juli 2013

Senja Belum Tergantikan

Dulu aku begitu menyukai senja. Tapi sampai saat ini semuanya tak akan pernah berubah. Masih tersimpan dan masih seperti dahulu. Aku masih menantikan senja yang hanya tercipta beberapa detik menjelang malam. Beberapa detik yang sempurna namun indah. Tak terkalahkan.

Di sudut hari-hariku, masih ada namamu. Harusnya kamu itu. Namamulah yang menghangatkan relung-relung jiwa. Menghangatkan mata dan hati. Masih sama seperti yang kemarin. Masih ada namamu di hati terkecilku.

Jangan lupa lusa dateng.

Liat bsk.

Kenapa?

Lg sakit.

Sakit apa km?

Tipes.

Yaudah istirahat! Biar lusa bisa dateng.

Percakapan melalui pesan singkat yang ternyata sudah lama tak tercipta. Sudah lama aku dan kamu tak seperti ini. Saling menegur sapa, mengetahui kabar masing-masing, bercanda, dan bercerita lewat sebuah ponsel. Ada kerinduan yang ternyata timbul. Semoga kamu tahu itu.

Gimana keadaanmu?

Udah agak mendingan kok.

Besok dateng kan ya?

Liat besok deh.

Dateng dong. Awas sampek km gk dateng.

Haha, iya.

Sip.

Apa kamu juga merasa bahagia saat menerima semua pesan singkat itu dariku? Apa kamu memiliki kerinduan yang sama sepertiku? Sebuah pengharapan yang tak pernah pudar sampai detik ini.

Senin, 01 Juli 2013

Someday

Aku masih mengenangmu. Masih menanti seperti mereka yang setia menunggu senja. Masih seperti mereka yang mengharapkan pagi datang sesegera mungkin. Masih seperti mereka yang mengharapkan janji-janji untuk segera ditepati. Menanti sapaan lembutmu dengan tatapan tenangmu. Menanti cerita-cerita sederhana yang meluncur deras dari bibirmu. Menanti “omelan” mu karena berbagai ulah yang sering ku ciptakan. Masih disanakah kamu? Masihkah kamu menatap kearahku? Kamu, mengobrak-abrik isi hatiku dengan pesona yang tak pernah luntur. Ya, pesona. Kamu benar-benar mengalihkan hati, pikiran, dan jiwaku dengan pesona sederhanamu.

Andai kamu mampu mendengarku tanpa aku berbicara sepatah kata pun. Andai kamu mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut di otakku tanpa ku utarakan sebelumnya.
Kamu berdiam disana. Apakah otakmu sempat terlintas bayangku? Namaku? Atau bahkan cerita-cerita yang pernah kita ukir? Apa kamu sempat mendengar bisikan rinduku?

Rindu ini terasa indah. seindah senja yang memayungi langit sore. Seindah kerlipan kunang-kunang di gelapnya malam. Seindah hangatnya matahari pagi yang menyengat kulit bersama munculnya pengharapan-pengharapan baru. Untukmu, rindu ini kuciptakan. Untukmu, rindu ini kunikmati. Dan untukmu pula, rindu ini kuhayati. Sampai kapan? Entah. Biarkan aku menikmati rindu yang pernah atau bahkan sering kali kamu ciptakan.

Kamis, 27 Juni 2013

Aneka Rasa

Bahagia saat pada akhirnya Tuhan mengembalikan rasa yang sempat hilang. Memunculkan kembali berbagai rasa; rasa pahit, manis, asam, dan rasa-rasa yang lain. Tak ada yang lebih indah dari semua itu jika dibandingkan saat kita tak merasakan apapun, saat tiba-tiba rasa itu hilang. Mati rasa.

Mencoba menembus batas. Mencoba menembus dinding tebal yang ada di depan mata. Mencoba menikmati setiap rasa yang perlahan mulai menyesakkan jiwa, pikiran, dan hati.

Wanita ingin dimengerti. Tanpa terkecuali.

Tetapi sepertinya untuk saat ini harus bersabar dulu. Seseorang di depan sana masih belum tahu, masih belum paham dengan tindakan-tindakan kecil yang dibuatnya, Maya. Terkadang lelah juga jika harus menjadi orang lain. Berpura-pura tidak tahu, berpura-pura angkuh, berpura-pura cuek. Padahal di luar itu, kepura-puraan hanya untuk menutupi rasa yang tak bisa diungkapkan. Kepura-puraan itu untuk menutupi rasa. Entah sampai kapan harus berpura-pura di saat-saat tertentu.