Dulu aku
begitu menyukai senja. Tapi sampai saat ini semuanya tak akan pernah berubah.
Masih tersimpan dan masih seperti dahulu. Aku masih menantikan senja yang hanya
tercipta beberapa detik menjelang malam. Beberapa detik yang sempurna namun
indah. Tak terkalahkan.
Di sudut
hari-hariku, masih ada namamu. Harusnya kamu itu. Namamulah yang menghangatkan
relung-relung jiwa. Menghangatkan mata dan hati. Masih sama seperti yang
kemarin. Masih ada namamu di hati terkecilku.
Jangan lupa lusa dateng.
Liat bsk.
Kenapa?
Lg sakit.
Sakit apa km?
Tipes.
Yaudah istirahat! Biar lusa bisa dateng.
Percakapan melalui
pesan singkat yang ternyata sudah lama tak tercipta. Sudah lama aku dan kamu
tak seperti ini. Saling menegur sapa, mengetahui kabar masing-masing, bercanda,
dan bercerita lewat sebuah ponsel. Ada kerinduan yang ternyata timbul. Semoga
kamu tahu itu.
Gimana keadaanmu?
Udah agak mendingan kok.
Besok dateng kan ya?
Liat besok deh.
Dateng dong. Awas sampek km gk dateng.
Haha, iya.
Sip.
Apa kamu
juga merasa bahagia saat menerima semua pesan singkat itu dariku? Apa kamu
memiliki kerinduan yang sama sepertiku? Sebuah pengharapan yang tak pernah
pudar sampai detik ini.