Lelaki itu masih miliknya.
Wanita yang saat ini berada di hadapaku selalu membagikan
keluh kisahnya saat kami bertemu. Berbagai cerita mengalir begitu saja tanpa
diminta. Cerita mengagumkan, indah, tapi juga menyakitkan. Tapi yang perlu
digaris bawahi sepertinya ceritanya begitu menyakitkan. Begitu membuatku
trenyuh dan merasa bangga memiliki sahabat sepertinya.
Maretha. Wanita luar biasa yang memiliki kesabaran tanpa
batas. Dia mampu tersenyum dalam tangis. Mampu berdiri saat dia benar-benar
terperosok ke dalam kesedihan. Mampu meyakinkan orang lain bahwa sebenarnya dia
masih kuat. Keteguhan hatinya untuk memperjuangkan dan merawat cinta yang telah
dia dapat benar-benar mengagumkan.
“Kenapa kamu masih mampu dan masih mau mempertahankan
dia?”
“Selagi masih ada kesempatan untuk mempertahankan kenapa
tidak?”
Kesempatan. Dia benar-benar menggunakan kesempatan yang
diberikan Tuhan untuknya. Selagi ada waktu. Selagi masih ada kesempatan. Dan
selagi bisa.
Tak jarang dia berkeluh kesah di hadapanku. Bercerita panjang
lebar mengenai lelaki yang telah memiliki hatinya. Bercerita bagaimana lelaki
itu lebih sering terlihat cuek dibanding perhatian. Tapi perlu kita ketahui,
cuek yang dimiliki seorang lelaki bukan berarti bahwa dia tidak memperhatikan
kita. (mungkin) dengan cueknya, dia memperhatikan wanita lebih dari yang kita
ketahui.
