Laman

Rabu, 12 September 2012

ada yang berbeda


Cklek.
Mataku langsung terbuka. Aku tahu siapa yang baru saja membuka pintu kamarku, walaupun mataku masih terpejam.  Hanya beliaulah yang dapat membangunkanku dengan hal ini.
“Mbak, cepet bangun. Udah waktunya sholat shubuh. Udah gede kok bangun sendiri aja gak bisa.”
“Iya buk.” Jawabku pendek. Aku bergegas bebersih diri dan mengambil air wudhu. Kalau tak begitu bukan hanya waktu yang meninggalkanku tapi juga aku akan dapat hadiah dari ibu. Hadiah yang sangat tak menarik tentunya.
“Mbak, nanti habis nganter ibu kamu masak kepiting ya buat adek. Ibu tadi kesiangan jadi gak sempat masak.” Begitu kata ibu setelah aku selesai memberi sapaan pagi untuk Tuhan.
“Aduh, ibu ini. Bikin males aja. Capek tahu habis nganter ibu ke Bungurasih terus masak. Iya kalo terminalnya deket. Ini jauh men. Hhhh.”  Batinku setelah mendapat perintah darinya.
****
Sesungguhnya setiap anak pasti menyayangi orang tuanya. Sangat menyayangi mereka terutama ibu dari masing-masing melebihi apapun yang ada di dunia ini. Tapi sering kali hati dan keinginan tak pernah jalan beriringan. Sering kali mereka berjalan berlawanan. Pun denganku. Seorang anak yang sampai saat ini hanya bisa merepotkan orang tua, mau dimengerti oleh mereka namun tak mau mengerti mereka.

Jumat, 07 September 2012

adakah cinta pada pandangan pertama ?


Adakah cinta pada pandangan pertama? Atau itu semata-mata hanya perasaan suka yang tak perlu mendapatkan balasan? Jika memang ya, apa yang sebaiknya dilakukan dengan perasaan yang mulai terpatri dihati? Mendekatinya dengan segala daya upaya atau menjauhinya dalam arti memendam rasa dan hanya melihatnya dari belakang? Sudah cukupkah itu dilakukan? Akankah seseorang dapat melupakannya dalam waktu yang sangat singkat? Aku rasa tidak. Kalaupun YA, jujur aku tak mau dan akupun tak mampu.

Aku tahu, kita sama-sama belum saling mengenal tapi itu tidak menutup kemungkinan untuk mendekatkan sebuah hubungan yang belum terlahir. Aku tak mau menghapus cerita yang baru saja dilukiskan oleh Tuhan. Aku ingin mempertahankan semua itu dan kalau bisa aku ingin merubah lukisan itu dengan caraku. Aku ingin dekat denganmu. Itu.


Jumat, 31 Agustus 2012

rintihanmu

Rintihan hujan terdengar sampai masuk ke telingaku. Aku terbangun tepat jam 12 malam karena sebuah mimpi beterbangan secara leluasa. Aku mendengar dia merintih seperti rintihan hujan yang ku dengar saat ini.

Ronarena: hei you, how are you in heaven?
Ting!
@Ronarena plis rona. Dia uda pergi. Jgn nyakitin diri sendiri.
@berlian25 km ngomong gt krn km gk pernah ngrasain!!
@Ronarena gk peduli ak prnh ngrasain atau gk. Yg ak mau cm km jgn kyk gini lagi.

@berlian25: percuma ngarepin orang yang udah bertahun-tahun gak ada. Hidup itu k depan!! Bkan k belakang!!

“Hhh, nyindir nih ceritanya? Terserah deh!! Bertahun-tahun kek. Berabad-abad kek itu bukan urusan kamu!!”
-o-o-o-

Senja ini mengingatkanku akan kehadiranmu. Di saat kau berlarian bersama anak-anak pantai membawa balon dengan berbagai warna. Keceriaan menghiasi wajah mereka dan juga wajahmu. Tapi, aku melihat sesuatu yang lain di matamu. Ada kegugupan disana. Ada apa denganmu?
“Rona, maukah kamu menemani kesendirianku?”
Indah. Itu yang ku rasa saat dia merealisasikan mimpiku. Mimpi yang selama ini ku inginkan akhirnya terwujud sudah. Anugrah baru telah ku dapatkan.
-o-o-o-

My Mother My Hero

ibu. seseorang yang sangat aku sayangi sampai kapanpun. ibu adalah sosok yang sangat berharga untukku. beliau dapat membuatku seperti ini. walaupun dia keras, tapi aku tahu niatnya baik.

pekerja keras, profesional, bertanggung jawab, ramah, murah senyum, rendah hati. semua sifat-sifat baik ada dalam diri ibu. menurutku beliau sempurna untuk ukuran manusia yang tak sempurna.

aku masih ingat bagaimana perjuangan ibu dulu sebelum sukses di Sampoerna. dulu beliau sekolah di tempat terpencil di Ponorogo. tapi karena kegigihan beliau, ibu bisa sekolah di Madiun. seminggu sekali beliau pulang dari Madiun ke pucuk kabupaten Ponorogo. naik sepeda dia jalani sehari-hari untuk menuju ke tengah kota kemudian naik bus untuk menuju kota Madiun. beda dengan kita, dulu beliau hanya membawa beras dan uang sangu sebesar Rp.500. uang sebesar itu sangat berharga saat ibuku masih SMA. sangat berbanding terbalik dengan sekarang. setelah beliau lulus dari SGO (Sekolah Guru Olahraga) ibu melanjutkan kuliah di Surabaya jurusan Teknik Industri. singkat cerita kemudian beliau bekerja di pabrik rokok. mulai dari melinting rokok sampai menjadi seseorang yang mempunyai jabatan. perjuangannya sungguh luar biasa. jujur aku malu dengan ibu jika kelak aku tidak bisa melebihi kesuksesannya.

"ibu mu orang baik mbak. Tuhan pasti menerimanya."

Rabu, 29 Agustus 2012

Kenangan Terindah

Sekarang semuanya udah berubah. Keadaan, waktu, semuanya udah gak kayak dulu lagi. Kangen banget sama masa-masa SMA. Gilanya anak-anak bener-bener gak ada yang ngalahin. Tiap hari kalo ada jam kosong sukanya pasti bikin perkara. Entah "super trap", "door", banyak deh kerjaannya :D :D


            Waktu pelajaran juga gak salah serunya. Asik-asik pelajaran sukanya ijin ke kamar mandi padahal belok tuh ke kantin cari pisang goring atau ke kopsis cari kripik. Kapan ya masa-masa itu bakal keulang lagi?

            Bener-bener kangen sama IPA 5. Bener-bener sayang sama mereka walaupun awal ceritanya jelek banget :’) love you guys :* 


ini waktu foto buku kenangan kemarin. pulangnya baru jam 12 malem ckck :D
upilnya keliatan gede banget tuh *ups
ini cherrliar pertama kelas XI IPA 5 loooh. masih belum seberapa hehe

sexy abis
cak dan ning smantass 2011
ini salah satu kerjaan anak anak kalo lagi surganya jam pelajaran dateng *jam kosong
woooww!! kalah nih yang cewek :D ini cheerliar kedua kelas XII IPA 5
asik nih sm*sh nya smantass lagi foto sama fans-fans nya :D
ini dia sertifikat juara cheerliar :))
fobar sama bule nih :D
jas dan boxer -.-
model bus. kurang kerjaan banget ya gaes
pose alay nih *ups
waktu lagi penilaian drama malah action kayak gini :D