Laman

Minggu, 14 April 2013

Pergilah Kegamangan



Aku menginginkan perasaan yang dulu terulang kembali. Merasakan bagaimana bahagianya saat melihat “seseorang”, merasakan bahagia saat berada di dekatnya, saat bertegur sapa, dan hal-hal aneh namun indah itu.
Memulai sesuatu hal memang sangat sulit dibandingkan mengakhiri suatu hal, termasuk memulai sebuah rasa. Terlebih lagi ada suatu “ketakutan” yang entah bisa hilang atau tidak.

Ingin sekali seperti dahulu, tak ada ketakutan yang menghampiri. Semuanya berjalan begitu nyata saat ada perasaan terhadapnya. Namun, berbeda dengan sekarang. Keadaan dahulu membuat efek yang tidak baik di masa sekarang. Ada suatu kegamangan, ketidakpastian, bahkan keraguan.

Sampai kapan harus seperti ini? Sepertinya aku tak tahu jawabnya. Tapi jika tak segera menemukan jawaban, mungkin selamanya aku akan terhenti disini. Tak dapat berdiri apalagi berlari.

Kamis, 11 April 2013

Masih (Ibu)


Hai bidadari cantik. Bagaimana keadaan disana? Masih ada kesempatan melihat senyum kami kah? Jika memang iya, saya harap keadaan disana akan lebih membuatmu bahagia.

Bidadari, tahukah kau saat saya merindukanmu, saya selalu pergi ke tempat itu. Saya hanya melewati bangunan besar dan tua itu. Kegiatan tak rutin yang selalu saya lakukan saat malam hari, sebab saya sangat suka dengan suasana malam hari di tempat kenangan terakhir kita. Saya selalu teringat saat pagi hari datang untuk menjagamu dan malamnya saya akan pamit pulang atau bahkan saya tak pulang demi menjaga dan merawatmu. Melihat senyum ketabahan yang selalu kau tularkan untuk saya, keluarga, dokter, dan perawat yang ada disana.

Satu hari setelah pindah rawat inap di Rumah Sakit Darmo, Profesor menginginkannya agar dikemoterapi. Keputusan besar melibatkana keluarga kami.

Minggu, 10 Maret 2013

Mencintai Tak Selamanya Tuk Disakiti

Perasaan ini terlalu rumit untuk dijelaskan. Terlalu sulit untuk digambarkan dengan rentetan kata-kata yang penuh makna. Aku tak tahu sebenarnya perasaan apakah yang selalu mengganggu hati dan pikiranku ini. Semuanya terjadi begitu saja. Entah sejak kapan dan entah dimulai darimana. Cinta memang selalu membuahkan sebuah kejutan. Tapi apakah ini cinta?

“Bagaimana perasaanmu dengannya?”

“Aku tak tahu. Semuanya terlalu abstrak. Tidak mudah untuk dijelaskan.”

“Tak ada yang rumit jika kamu mau memulai. Coba ceritakan.”

“Apa yang harus diceritakan? Aku sendiri tidak tahu harus memulai darimana. Dan akan berakhir bagaimana.”

Senin, 25 Februari 2013

Masih Untuknya, Malaikat Berjilbab


Seperti malam-malam sebelumnya, saya ingin menyapa malaikat tak bersayap, malaikat yang sempat bernyawa, malaikat berjilbab, yang sudah berpisah dari saya tapi saya masih berharap dipertemukan lagi; nanti di surga, Ibu.

Satu pesan yang ingin saya sampaikan. Dan beberapa cerita yang ingin saya ungkapkan untuk ibu.

Pesan untuk Ibu, saya sudah menyelesaikan satu semester di Teknik Telekomunikasi - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Transkrip nilai sudah ada di tangan saya, Bu. Kemarin Sabtu (22/2) bapak mengambilkan hasil belajar yang sudah saya perjuangkan. Biasanya kalau ada rapat orang tua dan mengambil raport,  Ibu lah yang selalu melakukannya, untuk saya. Seperti saat sebelumnya; saat Leukimia itu sudah mendekati Ibu, menjadi sahabat Ibu, tapi Ibu tetap gigih mengambilkan hasil belajar itu untuk saya.

Rabu, 20 Februari 2013

Masih Mencari Teka Tekimu



Masih mencoba mencari teka-teki yang ku ciptakan sendiri. Mencoba mengorek segala kenangan. Mengorek segala kisah yang sudah tercipta dengan mudahnya. Mencari jalan keluar dari segala permasalahan. Sebenarnya bukanlah permasalahan besar, namun tetap saja dia bernama “permasalahan” yang hanya akan selesai jika kita menemukan solusi.

Kamu dapat memeluk segala harapku, segala kenanganku. Kamu juga pemeluk segala kesakitanku. Kamu juga penyebab senyumku. Dan kamu, adalah bagian dari mimpi-mimpiku.

Denganmu, aku dapat tertawa. Aku dapat merasakan diriku menjadi utuh kembali. Mungkinkah ini cinta? Aku terlalu sulit untuk menemukan jawaban seperti apa cinta yang sesungguhnya. Cinta yang akan membawa kita pada kebahagiaan. Terlalu sulit menemukan jawaban jika tak ada kamu. Aku tak mampu untuk mencarinya. Mungkin denganmu, aku dapat menemukan jawaban, sebenarnya apakah rasa yang sudah kamu tinggalkan ini? Mungkin juga dengan hadirnya kamu kembali, keutuhan ini akan menjadi sebuah keutuhan abadi. Keutuhan yang tak akan hilang setelah kamu mendekat dan memelukku.