Laman

Rabu, 29 Agustus 2012

tak membutuhkanmu, lagi !


Kau tak datang lagi? Kau tak seperti dulu lagi? Kau kurang menganggapku? Itu semua bukan masalah besar bagi kehidupanku. Mengapa? Karena yang terpenting saat ini bukanlah segala hal yang menyangkut tentang dirimu. 

Kedatanganmu sudah bukan menjadi hal yang lebih dari keajaiban lagi. Kedatanganmu sudah tak ku nanti-nantikan lagi. Jika kau datang, silahkan, aku akan menerima dengan baik. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Tapi bukan berarti aku bisa seperti dulu lagi. Jika memang kau tak datang lagi, tenang saja aku akan mengikhlaskanmu untuknya. Silahkan kau pergi dengan dia. Silahkan kau bercanda tawa dengannya. Silahkan juga kau merayunya sebab aku tak ada hak untuk melarangmu. Kamu bukan sesuatu yang terpenting lagi dalam hidupku.

ini yang terbaik untuknya


Semenjak kepergiannya, semua berjalan sangat pelan. Bumi seakan-akan sudah tak mau lagi berputar pada porosnya. Matahari seakan sulit untuk mempersembahkan senjanya. 10 detik rasanya seperti beberapa jam. Bukan hal yang tak lumrah lagi jika ditinggalkan seseorang yang sangat berarti akan meninggalkan jejak. Entah jejak dalam bentuk kesedihan, kegembiraan, kenangan, atau teman-temannya yang lain.

Belum lagi jika kita belum siap saat ditinggalkan. Semuanya akan menjadi semakin berat. Rasanya ingin menangis terus jika kita belum ikhlas melepasnya untuk pergi. Beda lagi jika kita sudah mengikhlasakan seseorang yang berarti itu untuk pergi, kemanapun dia suka. Asalkan itu yang terbaik untuknya. Asal itu akan ada hikmahnya untuk semua orang. Untuk aku, dia, dan juga mereka.

Rabu, 15 Agustus 2012

merawat rindu


Rindu itu layaknya sebuah tanaman. Semakin lama kita tidak bertemu, kerinduan itu malah makin menyeruak dan membesar karena seseorang merawat rindu tersebut. Seperti tanaman yang masih kecil, dia akan membesar dan berbuah karena sang pemilik merawat tanaman itu dengan baik.

Saat kita tak bertegur sapa atau hanya melihat wajahnya secara langsung, yang bisa kita lakukan hanyalah mengenangnya. Membuka sebuah kenangan bukanlah perkara mudah. Sakit, apabali seseorang itu telah bersama yang lain. Dan tentunya kita mungkin telah dilupakan.


adakah kesempatan kedua?

Jika Tuhan menghendaki apa yang ku inginkan, aku menginginkan kesempatan kedua dariNya. Walau mungkin kesempatan itu tak seindah seperti kesempatan pertama, aku akan menggunakannya sebaik mungkin. Akan ku pergunakan sebisaku untuk membuatmu kembali tersenyum menikmati indahnya Kuasa Tuhan.


Tak akan ku biarkan kau pergi dariku. Tak ku biarkan luka yang sudah tergores di hatimu menjadi semakin parah. Aku ingin menghapus dan menyembuhkan luka yang kau dapat. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang dapat menyembuhkan lukamu dan yang bisa mmebuatmu bahagia.


Sudikah kau kembali menoleh ke belakang? Percayalah aku masih disini menantimu. Tak kan ku biarkan seorang pun menyakitimu, lagi. Seperti dia.

Selasa, 14 Agustus 2012

kabut abadi

Cahayamu telah tertutup kabut. Jarak dan waktu telah merubah keindahan yang telah tercipta. Saat jarak mendekatkan kita, ternyata kabut yang menutupi malah semakin menebal. Bayangmu tercipta walau hanya sedikit. Tapi aku tetap bersyukur. Setidaknya aku sudah melihatmu walau hanya sepersekian detik.

Ku coba hilangkan kabut itu namun malah semakin tercipta. Ku coba lagi malah semakin tebal. Sedikit demi sedikit kau malah semakin termakan olehnya. Hanya memandangimulah yang bisa ku lakukan. Sebab saat aku mulai mendekat dan mencoba menghilangkan kabut itu, bayangmu malah menghilang. Mungkin inilah yang terbaik. Aku dengan hidupku. Sedangkan kau bersama kabut abadimu.